2.368 Pelanggan Gas Alam Mengeluh

Tampak beberapa petugas sedanga memantau pekerjaan perbaikan jaringan pipa gas alam.
Tampak beberapa petugas sedanga memantau pekerjaan perbaikan jaringan pipa gas alam.

MUARA ENIM – Tanpa sebab jelas, aliran gas alam yang mengaliri ke rumah-rumah pelanggan terpaksa berhenti. Pasalnya, salah satu jaringan pipa gas alam tiba-tiba bocor sehingga menyebabkan 2.368 pelanggan terdampak tidak teraliri gas alam sejak Minggu (9/10) malam.

“Ketahuannya pas hari Senin pagi, ketika mau masak ternyata kompor tidak mau hidup. Aku pikir cuma rumahku ternyata tetangga juga sama,” keluh salah satu pelanggan Nurul Hudi (49) warga Jalan Permai, Kecamatan Muara Enim.

Menurut Nurul, dirinya baru sadar gas alam mati saat akan memasak. Kemudian ia mencari tahu ke para tetangga ternyata keluhannya sama. Sehari setelahnya barulah dirinya mengetahui penyebabnya melalui pesan WhatsApp yang memberitahukan bahwa kebocoran pipa distribusi sehingga aliran dihentikan sementara.

“Akibat tidak mengalirnya gas alam tersebut terpaksa dirinya kembali ke gas 3 kg. Beruntung saat ini gas 3 kg tidak terlalu sulit didapat. Coba kalau langka tentu tidak ada alternatif lain dan akan sangat menganggu aktifitas masyarakat,” tegasnya.

Hal senada dikatakan pelanggan lainnya bernama Nena (37) warga Jalan Dek Sangke, Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, bahwa dirinya juga baru mengetahui jika gas alam tersebut mati ketika akan masak. Awalnya ia mengira habis token gas, kemudian ia pun mengisi token namun setelah dibeli ternyata gas tidak kunjung keluar.

Kemudian ia mencoba menelpon teman-temannya yang juga menggunakan gas alam dan ternyata menyampaikan keluhan yang sama.

Setelah sehari kemudian, barulah ia mengetahui jika penyebabnya ada kebocoran sehingga aliran sengaja dihentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Akibatnya ia terpaksa beralih ke gas 3 kg dengan konsekuensi harus ganti kompor sebab kompor gas alam agak sedikit berbeda setelannya dengan kompor yang menggunakan gas elpiji 3 kg. “Kalau ada kerusakan secepatnya disosialisasikan sehingga masyarakat cepat mencari alternatif dan tidak bertanya-tanya,” harapnya.

Sementara itu, Operation and Maintanance Gas Alam Muara Enim, Revi Aerah ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa jumlah total pelanggan aktif gas alam di Kabupaten Muara Enim adalah sebesar 7.309 sambungan.

Namun yang terkena dampak dari kebocoran pipa gas alam ini, kata dia, hanya untuk pelanggan di Kecamatan Muara Enim khususnya Kelurahan Pasar I, Kelurahan Pasar II, Kelurahan Pasar III dan

Kelurahan Air Lintang yang totalnya sebanyak 2.368 pelanggan.
Diceritakan Revi, awal mula diketahuinya ada kebocoran pipa gas alam tersebut karena adanya laporan masyarakat yang merasakan bau gas di sekitar tempat tinggalnya. Atas laporan itu, kata dia, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan akhirnya berhasil menemukan adanya kebocoran didalam tanah dengan kedalamam sekitar 1,5 meter dengan lokasi dipinggir jalan lintas Sumatera atau tepatnya di Jalan SMB II Muara Enim.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sesuai SOP. Maka jalur pipa ke pelanggan harus diputuskan selama petugas melakukan perbaikan yang di estimasi dari tanggal 9-11 Oktober 2022. Namun, jika melihat dari kondisi di lapangan, lanjut Revi, dimana lokasi areal galian yang sempit dan berada di jalan lintas sehingga penggalian membutuhkan waktu sebab khawatir tertimbun tanah karena kondisi tanah labil dan berair. (ozi)