21 Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Empat Lawang

EMPAT LAWANG – Dinas Perlindungan perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Empat Lawang mencatat, sebanyak 21 kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur sepanjang tahun 2022.

“Yang terdata oleh kami itu sebanyak 21 kasus, itu yang melapor ke DP3A, kalau yang tidak melapor kemungkinan ada juga,” ungkap Kepala DP3A, dra Rita Purwaningsih melalui bidang Perlindungan Anak (PA), Pandra, diruang kerjanya, Kamis (24/11).

Menindaklanjuti tingginya kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur tersebut sambung Pandra, pihaknya telah membentuk satgas PATBM (perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat). Dimana tugasnya, untuk membantu penanganan dan pendampingan terhadap korban.

Selain itu kata Pandra, PATBM juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah ditingkat desa-desa karena saat ini DP3A masih kekurangan sumber daya manusia (SDM).

“Dibidang kami cuma ada 4 orang pegawai. Jadi maksud tujuan yang kami datangi kemarin ialah sosialisasi pembentukan Satgas PATBM, kami bentuk masyarakat atau perangkat Desa yang kami tunjuk. Untuk tahun ini kami baru 9 Desa, karena terbatas anggaran,” ucapnya.

Dijelaskan oleh Pandra, kesembilan desa tersebut yakni, Desa Lingge, Gunung meraksa Baru dan lama, Tebat Payang, Padang Bindu, Tanjung Tawang, Muara Pinang lama dan Desa Muara Pinang Baru.

“Satgas ini terdiri dari unsur perangkat desa, linmas, guru, tenaga medis, babinsa dan bhabinkantibmas. Nah jadi gunanya satgas itu, jika ada kasus di Desa-desa yang kami bentuk satgas itu cepat tanggap melapor, salah satunya pendampingan kepada korban, karena kami di DP3A ini untuk korban, pemulihan pasca trauma,” jelasnya. (pad)