3.500 Santi Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

Pj Sekda Muara Enim H Riswandar SH MH memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional di lapangan merdeka.
Pj Sekda Muara Enim H Riswandar SH MH memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional di lapangan merdeka.

MUARA ENIM, Palpos – Sebanyak 3.500 orang dari Pondok Pesantren dan Madrasah se-Kabupaten Muara Enim, mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Muara Enim dalam rangka menyongsong satu abad (100 th) Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Merdeka, Kota Muara Enim, Sabtu (22/10).

Usai membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Pj Sekda mengajak seluruh santri di Kabupaten Muara Enim untuk selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia.

“Ketika Indonesia memanggil, santri dengan berbagai latar belakangnya harus siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara, begitu juga saya dan untuk semua lapisan masyarakat di Bumi Serasan Sekundang ini. Karena, menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzunnafs adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi (maqashid al-syariah),” kata Pj Sekda.

Lanjutnya, tidak ada satu pun agama yang menyuruh pemeluknya untuk melakukan tindakan yang merusak harkat dan martabat manusia. Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kata dia, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Pj Sekda menegaskan, Peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata, hari santri adalah milik kita semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, sama seperti apa yang dikatakan Menteri Agama yaitu mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga Indonesia. Pj Sekda mengajak semua masyarakat Kabupaten Muara Enim, apapun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia. (ozi)