5 Hari Tak Pulang, Ternyata Tewas Disambar Petir

Mendiang Suhai


KAYUAGUNG
– Misteri hilangnya Suhai (67), warga Dusun 1 Desa Sungai Pedada, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terkuak.

Dia ternyata ditemukan mengapung di tambak miliknya sendiri dalam kondisi meninggal. Kuat dugaan Suhai tewas akibat disambar petir.

Jasad korban kali pertama  ditemukan anak dan istrinya di lokasi tambak Jalur 4 Desa Sungai Pedada, Jumat (07/10), sekira pukul 12.00 WIB.

Kapolres OKI AKBP Dili Yanto SH MH melalui Kapolsek Tulung Selapan AKP M Firmansyah SH mengatakan Suhai  memang bekerja di tambak tersebut sendirian. Di mana tambak dengan rumah beda lokasi, tetapi dekat dengan rumah.

 “Pada saat hari Jumat itu, anak korban Sandi tidak melihat ayahnya Salat Jumat di masjid. Setelah Salat Jumat, membuat anak dan ibunya langsung menuju lokasi tambak,” ujar Kapolsek Tulung Selapan, kemarin.

Lanjutnya, setelah mendatangi lokasi tambak tempat tinggal orang tuanya tersebut. Tetapi tidak bertemu, kemudian saksi mencari keberadaan orang tuanya dengan cara menyusuri lokasi tambak hingga didapati orang tuanya sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Yakni telah mengapung di tambak.  Jasad orang tuanya dalam posisi mengapung di pinggir tambak.

 “Saat itu terlihat kondisi jenazah orang tuanya tersebut mengalami luka bakar seperti bekas tersambar petir,” jelas Kapolsek.

Menurut keterangan  Sandi, warga sekitar pada malam hari sebelum ditemukan almarhum meninggal terjadi hujan lebat yang di sertai petir.

Diceritakan, pihak keluarga telah ikhlas dengan kepergian almarhum dan jenazah korban Suhai telah di makamkan di Desa Pulu Beruang Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI, Jumat  (07/10).

Camat Tulung Selapan, M Soleh saat dikonfirmasi membenarkan Suhai meninggal dunia  diduga disambar petir karena seperti mengalami luka bakar.

 “Korban diduga tersambar petir, kondisi korban ditemukan seperti terbakar. Karena korban ini sudah beberapa hari tidak pulang,” terang Soleh.

Dijelaskan Soleh, dari pengakuan keluarganya Arifai, korban ini terakhir pamit pergi ke tambak pada Sabtu (01/10) dan biasanya Rabu atau Kamis pulang. Rupanya korban tidak pulang-pulang. Sehingga membuat keluarga menyusul ke tambak  dan mendapati korban sudah meninggal dunia. (ian)