Alihkan Angkutan Karet dengan Kapal


PALEMBANG
– Pelindo Regional 2 Palembang akui kelangkaan kontainer, yang berdampak pada angkutan komoditidi Sumsel salah satunya komoditi karet. Untuk itu, Pelindo Regional 2 Palembang melakukan pengalhan angkutan untuk komiditi itu dengan kapal Break Bulk.

“Komoditas karet kini dilakukan peralihan ekspor. Sebelumnya eskpor yang dilakukan menggunakan kontainer kini menggunakan Kapal Break Bulk,” ujar General Manager Pelindo Regional 2 Palembang , Imam Ramidi saat dihubungi melalui telepon pribadinya, Sabtu 24 September 2022.

Dikatakannya, kelangkaan container ini juga berdampak kepada naiknya tarif ocean freight masih menjadi permasalahan di hampir setiap pelabuhan Terminal Peti Kemas (TPK) .

“Kelangkaan kontainer dan naiknya freight kapal kontainer yang mahal untuk ekspor. Tidak hanya nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Menurut Imam, sejak pandemi Covid-19, freight rate pelayaran ke berbagai negara mengalami kenaikan. yang sebelumnya bisa 500- 600 kini 5 kali lipat.

“Untuk mengatasi kelangkaan kontainer, Pelindo melakukan berbagai usaha salah satunya berkoordinasi dengan Shipping Land,” tuturnya.
Saat ini, tambah dia Pelindo juga telah melakukan Branch Manager RTPK pendekatan dengan Shipping Land baik Pelindo Regional 2 Palembang ataupun Pelindo pusat.

“Penggunaan Kapal Break Bulk dilakukan di STS sungai musi, yang telah dilakukan koordiansi dengan asosiasi karet,” ungkapnya.
Meskipun melakukan ragam perubahan dan Tindakan untuk mengatasi permsalahan yang ada. Pelindo juga tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan karena hal ini berhubungan dengan cost efisiensi antara penggunaan kontainer dan Kapal Break Bulk.

“Pada intinya kita maksimalkan pelayanan kita yang bergantung pada shipping land mana yang lebih efisien antara Kontainer dengan Kapal Break Bulk,” tandas Imam. (nik)