Alvin Allianz


Oleh: Dahlan Iskan

SAYA makan malam dengan teman-teman Alvin Lim tiga hari lalu. Di Jakarta. Yakni teman sesama penghuni asrama SD Katolik Pangudi Luhur di Ambarawa, sekian puluh tahun lalu.

“Sebentar lagi teman kita pasti ditangkap,” ujar salah seorang di antara mereka.

“Mana bisa. Kan proses hukumnya masih berjalan,” ujar satunya.

Keesokan harinya Alvin ditangkap jaksa. Penangkapan dilakukan ketika Alvin berada di Bareskrim Mabes Polri. Alvin memang sering di kantor polisi. Untuk mengadukan satu perkara. Juga untuk diperiksa polisi. Memang sangat banyak orang mengadukan Alvin Lim.

Selasa kemarin itu Alvin diperiksa di Bareskrim bukan karena ada satu pengaduan. Hari itu ia diperiksa karena ada 185 pengaduan sekaligus. Anda sudah tahu siapa yang ramai-ramai mengadukan Alvin Lim: para jaksa. Anda juga sudah tahu video di YouTube yang mana yang membuat para jaksa marah.

Rupanya Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tahu Alvin lagi di Bareskrim. Ia diperiksa sejak pukul 10.00 WIB. Ditunggulah sampai pemeriksaan itu selesai. Sekitar pukul 7 malam.

Begitu Alvin keluar dari ruang Bareskrim jaksa melaksanakan putusan terbaru Pengadilan Tinggi Jakarta: menangkapnya.

Alvin langsung dimasukkan tahanan di Salemba.

Berarti penangkapan itu dilakukan tepat ketika kami lagi makan malam. Hanya saja kami belum tahu saat itu.

Tidak ada pengacara yang keberaniannya melebihi Alvin Lim: dalam hal menghajar polisi. Juga menghajar jaksa. Lewat pengadilan. Lewat keterangan pers. Lewat medsos. Lewat video. Lewat apa saja.

Kini Alvin benar-benar ditahan. Istrinya yang sekarang sudah menengoknya. Demikian juga putrinya, yang kini sudah seumuran SMA. Pun dua pengacaranya, sudah menengoknya.

Setelah ditahan, saya ingin tahu lewat cara apa lagi Alvin akan menghajar polisi dari dalam tahanan. Tapi ia pasti akan menemukan cara. Ia sudah berjanji akan terus melakukan itu. Dari mana pun. Kapan pun. Dengan risiko seperti apa pun.

Yang jelas, keberanian Alvin sudah menular ke putrinya: Kate Victoria Lim. Selesai menengok sang papa, Kate bicara di depan kamera. Lantang. Tegas. Videonya sudah beredar. Sangat berani, untuk ukuran remaja putri seumur dia.

Kate mempersoalkan mengapa papanya diadili dua kali untuk peristiwa yang sama. Lalu mengapa pelaku utamanya dihukum 2,5 tahun sedang papanya 4,5 tahun. Kate berkesimpulan papanya dihukum karena sangat berani membela kliennya. Dia menyebut kasus investasi bodong. Ribuan orang jadi korban. Ratusan yang minta Alvin memperjuangkan hak mereka. Demikian juga korban investasi robot. Ratusan lagi yang minta dibela Alvin. “Penjahatnya belum ditahan. Malah papa saya yang sekarang ditahan,” katanyi.

Mengapa Kate begitu berani?

“Ini papa saya. Yang memelihara saya sejak kecil. Memberi makan saya. Menyekolahkan saya. Mama saya saja tidak melakukan itu. Sampai papa dipenjara dengan tuduhan menculik saya. Bagaimana bisa menculik anaknya sendiri,” ujar Kate.

“Seharusnya Indonesia beruntung punya orang seperti Alvin Lim,” ujar Advokat Saddan Marulitua Sitorus SH. Sitorus malam itu mendampingi istri dan putri Alvin menjenguk ke tahanan. “Alvin punya warna sendiri dalam ikut menegakkan hukum,” ujar Sitorus.

Setelah dihukum akibat tuduhan menculik anak, Alvin kena perkara lagi: soal dokumen asuransi Allianz.

Alvin dijatuhi hukuman 4,5 tahun oleh pengadilan negeri Jakarta Selatan. Itu tahun 2018. Saat dijatuhi hukuman itu Alvin tidak hadir di pengadilan. Ia lagi di Singapura.

Dua terdakwa lainnya dihukum 2,5 tahun. Sekarang mereka pasti sudah bebas.

Putusan tahun 2018 itu tanpa mengharuskan Alvin ditahan. Masa tahanannya sudah habis, demi hukum. Jalannya sidang waktu itu memang tidak lancar. Badan Alvin sering lemas di depan hakim. Ketika diperiksa tekanan darahnya sangat tinggi.

Alvin juga menderita gula darah. Sampai masa tahanan lewat, perkara belum selesai disidang. Alvin harus dikeluarkan dari tahanan. Ia ke Singapura. Tidak tentu kapan pulang. Putusan pun dijatuhkan in absentia.

Atas putusan itu jaksa naik banding ke pengadilan tinggi. Alvin pun pulang. Ia terus bersuara keras. Terutama terhadap polisi dan jaksa. Videonya tentang itu tidak terhitung banyaknya.

Alvin memang mengajari masyarakat untuk memvideokan apa saja kalau diperlakukan tidak adil oleh penegak hukum. Lalu diminta mengunggahnya ke medsos. Itulah, katanya, senjata rakyat yang ampuh untuk melawan ketidakadilan. Terutama bagi orang yang tidak punya uang untuk menyuap dan tidak punya jabatan untuk melobi.

Maka banyak juga yang terus mencari kelemahan Alvin. Begitu banyak Alvin diadukan ke polisi. Ia pernah mengatakan kepada saya sedang menghadapi lebih 20 pengaduan pidana. Jumlah itu terus bertambah. Terbukti yang sedang diperiksa itu saja 185 pengaduan.

Tapi ia tidak peduli.

Ketika Alvin terus berkoar, permohonan banding jaksa diterima. Pengadilan tinggi menjatuhkan hukuman 4,5 tahun kepada Alvin Lim. Sama dengan yang dijatuhkan pengadilan negeri. Ditambah harus ditahan. Pengadilan tinggi berhak memutuskan begitu. Terserah hakimnya.

Tentu keberanian Alvin Lim itu membuat namanya sangat populer. Ia mendirikan kantor pengacara: LQ Law Firm. LQ singkatan dari Lim Quation. Dalam sekejap LQ punya lima cabang. Perkara yang dipercayakan padanya lebih 5.000, katanya waktu itu (Disway 16 Agustus 2022: LBH Alvin). Tentu sekarang sudah jauh lebih banyak lagi.

Akar perkara itu sudah lama: tahun 2015. Perusahaan asuransi Allianz mengadukan tiga orang ke polisi: Alvin Lim, Melly Tanumiharja, dan Budi Arman. Dua nama terakhir itu adalah suami istri.

Perusahaan asuransi tersebut menganggap tiga orang itu bekerja sama: membobol asuransi lewat klaim yang tidak sah. Keduanya menggunakan KTP dengan alamat kantor Alvin.

Tahun itu klaim asuransi kesehatan masih bisa dicairkan langsung ke pribadi pemegang polis. Sekarang yang seperti itu tidak bisa lagi. Klaim asuransi sekarang dibayar ke rumah sakit tempat pemegang polis dirawat.

Sumber Disway menyebut tahun itu begitu banyak klaim yang seperti itu. Terhadap klaim yang tidak dibayar Allianz, pengacara Alvin menggugatnya. Atas nama para pemegang polis. Berakhir damai.

Belakangan perusahaan asuransi Allianz menemukan celah. Maka tiga orang itu diadukan ke polisi.

Alvin sebenarnya anak orang kaya. Sangat kaya. Saya kenal baik almarhum papanya. Alvin disekolahkan di Berkeley, Amerika. Sampai doktor. Di Boulder, Colorado. Ia juga sudah mapan di Amerika Serikat. Sepuluh tahun Alvin tinggal di sana. Kerjanya juga di bank dengan posisi tinggi.

Alvin kawin dengan putri seorang pengusaha otomotif. Saya juga kenal baik almarhum papa mertua pertamanya. Punya anak satu, wanita: Kate Victoria Lim.

Perkawinan itu tidak abadi. Cerai. Alvin ingin mengasuh anaknya. Ia datangi rumah sang istri dengan bantuan beberapa orang. Anaknya bisa diambil. Dibawa pergi. Tapi HP sang istri terbawa pula. Alvin diperkarakan dengan tuduhan menculik dan mencuri. Ia dijatuhi hukuman 2 tahun.

Sejak itu Alvin kuliah hukum. Di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Gunung Jati, Jakarta. Ia terlihat sekali ”dendam” pada pelaksanaan sistem hukum yang ada. Lalu bikin kantor pengacara. Misinya: menegakkan hukum dan keadilan. Dengan segala risikonya.

Bagaimana dengan kantor pengacara LQ Law Firm?

Tetap jalan. Sejak sebelum ditahan, Alvin sudah membuat keputusan. Kalau ada masalah dengan dirinya keputusan penting bisa diambil oleh Pestauli Saragih SH. Dia biasa dipanggil Ully. “Orang Batak memang biasa punya panggilan Ully,” katanyi. Di LQ, Ully menjabat ketua cabang LQ Karawaci, Tangerang.

Ully adalah orang Simalungun. Ayahnyi pegawai negeri di sektor pertanian di sana. Selesai SMA di Simalungun dia kuliah informatika di Universitas Persada Jakarta. Tamat. Lalu kuliah lagi hukum di kampus yang sama dengan Alvin Lim, STIH Gunung Jati.

Apa yang dilakukan Alvin setelah ditahan? Hari ini ia ajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Ia sendiri yang akan membuat memori kasasinya.

Alvin telah berbuat banyak. Kasus investasi Indosurya kini disidangkan karena kegigihannya membela ratusan nasabah. Pun pemilik Indosurya, Henry Surya, kini ditahan.

Keduanya bisa meneruskan perdebatan hukum di dalam tahanan. Kalau saja tempat tahanan mereka sama. (*)

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*

Edisi 20 Oktober 2022: Kaipang Greenhope

 

Gianto Kwee

Willyam menantu nya “Ang Tjit Kong” Pangtju Kaypang, menikah dengan putri angkatnya “Oey Jong”, Jadi Willyam adalah “Kwee Tjeng” Salam

 

Budi Utomo

Bu Sri Mulyani Yth. Mohon hutang/obligasi pemerintah dalam USD mulai dikurangi secara bertahap Bu. Kalau bisa tidak ada sama sekali. Caranya? Bikin aplikasi untuk jual beli Surat Utang Negara retail/eceran macam ORI, SBR, ST, SR tapi yang lebih mudah diakses publik. Kupon nya minimal harus dua kali bunga bank. Lalu potongan pajak penghasilan finalnya dikurangi. Saya apresiasi bahwa pph final untuk berbagai SUN sudah berkurang dari 15% menjadi 10% di masa covid. Kalau bisa diturunkan lagi jadi 5%. Agar tambah menarik rakyat kecil beli SUN ketimbang deposito di Bank ataupun tanam uang di investasi bodong. Namakan saja BRI. Bukan Belt & Road Initiative nya Tiongkok. Tapi Bonds Retail Indonesia. Bunga 3 kali lipat bunga bank. Dibayar rutin setiap tanggal 15. Pph final 5%. Ayolah Bu Sri, manfaatkan SDM Depkeu yang konon pintar dan kreatif itu. Sekedar usul dari rakyat “jelantah” penggemar SUN Rupiah. Wkwkwk

 

AnalisAsalAsalan

“Sampah plastik membahayakan kita bersama,” tulis Abah. Jelas siapa yang bertanggung jawab: Pabrik Plastik. Jelas siapa yang harus dipecat: Kepala Pabrik Plastik. Jelas Apa yang harus ditutup: Pabrik Plastik??? Hahahahaha.

 

Terang Sekali

Hehehe…sekarang ketahuan, rupanya Pak DI pengikut mahzab “all cats are beautifull”..hehehe..

 

Amat Kasela

Tenang, Won. Mungkin itu cuma kesamaan nama. Bisa saja yang dimaksud Abah Dakelan is Khan adalah Kliwon yang di Suriname: Kliwon van Basten.

 

Kliwon

Pagi² ini aku udah mandi. Wangi & tampan tak terbilang. Siap berangkat kerja tuk berkarya. Tapi, tiba² perut mules ga enak. Alam memanggil tuk tunaikan hajat. Sambil jongkok aku pun khusuk mengkaji kitab Disway karangan Resi Dakelan. Lha dhalaaahhhhhh… Aku dipecat..??? Kekagetan itu nyaris membuat gas emisi buangku tersendat. Aku masih ga percaya. Aku ulang² kembali kalimat itu. Tapi aku ngga salah baca. Aku memang dipecat tanpa dikasih kesempatan eksepsi layaknya Jenderal Sambo dkk. Sekejap pandanganku langsung gelap. Masa depanku yang semula terang benderang seketika berubah temaram. Aku lupa dunia ini memang tidak pernah adil. Dan aku lupa tuk selalu membiasakan diri akan hal itu. Tapi sudahlah. Tak perlu ditangisi apalagi diratapi. Apapun pekerjaannya, itu hanyalah pekerjaan. “Pemecatan adalah hal yang lumrah di dunia kerja”. Kata² jenderal Sambo itu sangat menghiburku. Jenderal Sambo aja dipecat, apalagi aku. Pada akhirnya.., kebersihan WC anda adalah tanggung jawab anda semua. Jadi, sudahkah anda ngosrek WC pagi ini..???

 

Agus Suryono

BAHASA YANG DIGUNAKAN CHDI EDISI HARI INI.. 1). “Saya kada pinandu lagi”. Saya coba berpikir 3,3 kali, saya tidak berhasil. Saya tidak tahu arti kalimat itu. 2). “Kependekarsn wushunya tetap kelas sambo”. Mestinya ini kata baru bahasa Indonesia, usulan Abah DIS. Mungkin artinya sama dengan kata “unggulan”. 3). “Ternyata di tengah para perusak seperti Sambo, gas air mata Kanjuruhan, dan narkoba Tedy Minahasa, kita masih punya pahlawan-pahlawan lingkungan untuk masa depan bumi”. Ternyata Abah DIS, selain menyerap kata “sambo” dalam arti “unggulan”, Abah juga menyerap kata “sambo” untuk maksud lain. Yang agak negatif. 4). “Anda sudah tau, apa itu 4 R: reduce, re-use, recycle , return to earth”. Karena ini soal 4 R “asing” (bahasa Inggris), lebih baik tidak saya komentari. Hanya ingat, dulu ada istilah 5 R. Seperti slogan yang dipakai Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, 5 R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Ada lagi milih pakai itu, tetapi ditambah satu: RAMAH. Dalam arti, ramah lingkungan. 5). “Ada Variati Johan, mantan profesional building material yang jadi Sekjen PASTI”. PASTI adalah singkatan “Plastik Akal Sehat Indonesia”. Cuma pingin senyum, karena sekarang ada plastik akal sehat.. @3M: merenung, memikirkan, mendoakan Abah, dan mendoakan para pahlawan lingkungan.. Doa kebaikan..

 

Ahmad munna

“kada pinandu”, pilihan kata yang tepat dibanding dengan “tidak kenal”. kada pinandu artinya tidak mengenali seseorang seperti sebelumnya karena ada sedikit perubahan pada fisik maupun maupun “kelakuan”.

 

thamrindahlan

Pakai dasi ketemu Babah Ho / Datang terlambat jadinya telat/ Kaypang versi Kho Ping Ho / Pengemis bermartabat jago silat /

 

EVMF

SUPER ENZIM pengurai plastik. Tahun 2016 yang lalu, Ahli Biologi Jepang : Kohei Oda dari Kyoto Institute of Technology bersama tim-nya berhasil menemukan “Strain Bakteri baru, yang disebut Ideonella Sakaiensis 201-F6” yang dapat tumbuh pada Polyethylene Terephthalate (PET). Bakteri tersebut dapat menggunakan PET sebagai sumber nutrisi utama, sehingga menurunkan PET dalam prosesnya. Seperti semua jenis plastik, PET merupakan bahan yang terbuat dari molekul seperti tali panjang yang terdiri dari rakitan molekul lebih kecil. Ikatan kimia dalam rantai PET sangat kuat sehingga tahan lama. Kunci dari kemampuan ini terletak pada sepasang Enzim yang dihasilkan Bakteri. Pada umumnya Enzim merupakan Molekul Kompleks yang dapat mempercepat Reaksi Kimia. Bakteri Ideonella Sakaiensis 201-F6 menghasilkan 2 jenis Enzim unik : 1. PETase yang memecah Molekul PET menjadi lebih kecil dengan sebutan MHET. 2. MHETase yang bekerja menghasilkan Etilen Glikol dan Asam Tereftalat.  Kedua bahan tersebut merupakan penyusun plastik PET, sehingga bakteri ini disebut dapat sepenuhnya membalikkan proses pembuatan PET.

 

Jimmy Marta

Akan ada persaingan perebutan singkong nih. Antara pembuat kripik, pedagang gorengan dengan industri bio plastik. Bagi petani ini berita gembira, posisi tawar makin tinggi. Anda konsumen gorengan dan kripik harus siap2 hari senin harga naik. Ada asa untuk aktivis greenhope. Kita semua berharap, petani makmur. Harga gorengan terjangkau. Lingkungan sehat.

 

Ghozi Muhtarom

Jadi pengen komentarin komentar pilihan di artikel tulisan pendek. Kadang saya iri sama pak DI yg bisa konsisten nulis. Walau tulisanny pendek. Toh tetap tulisan. Masih lebih baik daripada tidak ada tulisan. Pun berlaku utk bidang2 lain. Senam 15 menit lebih baik dri pda tidak senam. Bikin karya jelek lebih baik dri pada tidak ada karya. Pnya duit sedikit lebih baik dri pada ga punya duit. Asal jangan dibalik dijadiin alasan, telat 1 jam lbih baik dripda telat 2 jam, wkwkwk.. Aku pada mu Disway..

 

Rizky Dwinanto

Dulu namanya PT Tirta Marta, perusahaan kemasan plastik cukup ternama. Mengembangkan plastik dengan merk dagang Oxium, biodegradable plastic pertama di Indonesia. Lalu isunya bangkrut karena banyak dilakukan pengurangan pegawai padahal saya melihat produk Oxium sangat berkembang di pasaran. Sekarang perusahaannya menggunakan nama Green Hope. Ada yang kurang tepat dalam penyampaian. Plastik mudah terurai tidak berarti tidak berbahaya. Karena yang terurai adalah aditifnya yang berasal dari pati, sementara bagian plastik lainnya (Polyethylene) tetap berupa pecahan plastik berukuran mikro. Ilustrasinya.. Kuburkan plastik kresek Indomaret dan plastik PE bungkus gula kiloan bersisian. Setelah setahun terkubur, kresek Indomaret akan remuk sementara plastik gula tetap utuh. Tapi seremuk-remuknya kresek Indomaret tidak akan berubah menjadi tanah. Hanya menjadi serpihan plastik kecil-kecil. Jadi plastik yang disebut biodegradable ini hanyalah plastik yang untuk menjadi microplastik prosesnya sangat cepat. Tetap saja mikroplastik. Bagaimanapun, tetap harus diapresiasi, semoga berhasil upaya pengembangan berikutnya.

 

Aviv Setiawan

Sekarang baru tahu, kenapa banyak orang operasi plastik. Ternyata biar cinta tidak gampang terurai.

 

EVMF

Eyang DI, saya mau “protes keras” : 1. mengapa yang disoroti Eyang hanya industri-nya dan pengusaha-nya saja ?? 2. bagaimana mungkin pengusaha ujug-ujug buka pabrik tanpa didahului penemuan ataupun inovasi untuk proses produksi-nya ?? 3. lha koq tak ada satu kata-pun yang berkaitan dengan penemuan tersebut, padahal mereka 8 orang Indonesia ini sudah berupaya optimal dengan ke-ilmuannya untuk inovasi yang hebat, untuk kemajuan bangsa ini !! 4. mungkin Eyang sudah lupa bahwa Kevin Kumala (pemuda asal Bali) bersama teman-temannya, melakukan riset selama 3 tahun dari tahun 2010 terhadap jagung, kedelai dan singkong ; sebagai alternatif bahan baku plastik. Pilihan akhirnya jatuh terhadap singkong. 4. kalaupun mereka sudah menjual hasil penemuan mereka kepada pengusaha ; Penemu tetaplah akan disebut Penemu, bukankah begitu Eyang ?? 5. benar tidak sih Eyang : kata orang-orang “uang sangat berkuasa” yang juga bisa menyingkirkan hal-hal lain, seperti ilmu pengetahuan, riset dan juga sekalian dengan peneliti-nya ??

 

Kliwon

Tenang Kang.. Wakil kita kerjanya ngga cuma tidur kok. Mereka juga sibuk kerja beneran. Salah satunya kerja ngurusin proyek. Sesuai janji saat kampanye. “Ikhlas rakyatnya, sejahtera wakilnya..”

 

isroi isroi

Assalamu’alaikum Pak DI, Sayang waktu ke pabrik GreenHope, Bapak tidak sempat main ke sebelah kiri kantor utama. Padahal tinggal buka pintu samping. Di situ kami menampilkan Living Laboratory, atau miniatur laboratorium biodegradasi plastik. Bapak bisa melihat sendiri bagaimana proses biodegradasi plastik Oxium, Ecoplas dan Naturloop. Khusus untuk Oxium, ada satu jurnal menarik yang terbit di Jurnal Internasional, yang membuktikan jika mikroalgae berperan penting dalam proses biodegradasi Oxium. Ini menjadi berita baik, karena mikroplastik bisa diurai dengan secara biologis. DOI:10.1080/26395940.2022.2128884

 

Budi Utomo

Bung Johan, sifat Agustinus Wibowo yang mirip dengan sifat saya adalah tidak mendiskriminasi orang berdasarkan race or religion. Sifat yang sama dimiliki Gus Dur.

 

Pryadi Satriana

Di Barat, ada semacam ‘Islamopobhia’, dan itu fakta! Betapa tidak. Lha wong yang seagama saja dimusuhi, apalagi yg berbeda agama. Contoh: Syiah dianggap sesat, padahal Prof. Umar Shihab – kakak Quraish Shihab – waktu jadi Ketua MUI pun bilang, “… Syiah bukan ajaran sesat. Baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Internasional Ulama Islam di Mekkah dua tahun lalu, sebagai bagian dari Islam” (rmol.id, “Prof. Umar Shihab Sepakat dengan Prof. Din, Syiah Bukan Ajaran Sesat”, 01 Januari 2012). Yang sama2 mengucapkan kalimat syahadat dimusuhi. Pun sama2 bertauhid dimusuhi, lha gimana ndhak memicu Islamophobia? Islam Nusantara – ber-Islam yg diamalkan Gus Mus, Cak Nur dll. – dianggap “menyimpang”. Lha kalo gini, mana Islam yg ‘rahmatan lil alamin’ itu? Silakan direnungkan. Salam. Rahayu.

 

Johan

Pak Budi. Tafsir aksara berdasarkan goresan simbol pembentuknya tidak punah atau langka di Tiongkok dan Taiwan. Cuma itu bukan materi pelajaran umum di sekolah kecuali jurusan sastra dan sejarah. Mungkin anda tidak akan percaya, orang Tionghoa di Indonesia didikan sekolah Tionghoa zaman Sukarno bisa menafsirkan arti aksara yang jarang dipakai, berdasarkan goresan simbol didalamnya. Saya kebetulan banyak ketemu angkatan lama itu yang sekarang kebanyakan sudah “almarhum”. Terus soal simplifikasi aksara hanzi, kesimpulan Pak Budi tidak tepat. Hanzi sederhana itu bukan kreasi Mao dkk. Ide itu sudah digagas sejak Kuomintang masih berkuasa di Tiongkok. Mao dkk hanya melanjutkan program yang sempat tertunda itu karena perang saudara. Dan penting untuk diketahui, aksara sederhana itu tidak ujug2 muncul begitu saja atau hasil kreasi Mao dkk. Aksara sederhana itu memang aksara yang sudah eksis sebelumnya tapi tidak/jarang dipakai karena secara estetika “tidak indah”. Yang berkreasi adalah para sastrawan zaman dulu. Tim yang dibentuk Mao hanya mengumpulkan aksara yang tidak dipakai itu, yang berceceran di catatan2 lama, dan kemudian menyatukan untuk diterapkan sebagai standar penulisan baru yang lebih sederhana. Dalam rangka mengentaskan krisis buta aksara yang cukup gawat di masa itu.

 

Budi Utomo

Bung Mz Arifin. Persaingan Hasyim vs Abu Syams adalah awal mulanya. Padahal mereka berdua adalah sepasang anak kembar dari Abdu Manaf. Ali-Hasan-Husein adalah keturunan Hasyim sedang Abu Sofyan-Muawiyah-Yazid adalah keturunan Abu Syams. Boleh dibilang Syiah vs Sunni adalah perselisihan keluarga. Itu bila kita menelisik sejarahnya. Sama seperti perselisihan Yahudi vs Arab. Padahal menurut ceritanya sama-sama keturunan Abraham/Ibrahim tapi lain ibu yaitu Isaac/Iskak vs Ishmael/Ismail. Itu juga perselisihan internal keluarga. Kalau kita menelisik sejarah dua agama tersebut.

 

Anwarul Fajri

Umayyah adalah budak dari rum yg diangkat jd anak oleh abdu syam. Harb adalah budak dari farsi. Bisa jd mereka berdua adalah jew. Umawi lah yg jualan berhala di sekitar kakbah

 

Budi Utomo

Bung Anwarul coba surfing wikipedia atau wiki Islam. Versi Anda mengenai Ummayah (anak Abu Sofyan kalau tak salah) budak Rum/Romawi atau Harb (ayah Abu Sofyan kalau tak salah) budak Farsi/Persia/Iran tidak diketemukan. Entahlah sejarah masa lalu itu kita tak tahu benar tidaknya. Tak ada catatan tahun yang detail (bila saya bandingkan dengan sejarah Tiongkok misalnya). Karena Arab bila dibandingkan Tiongkok saat itu ibarat kita membandingkan negara berkembang dengan negara maju masa kini. Tertinggal dalam hal literatur.

 

Pryadi Satriana

Mengenang masa lalu … “Kioe yang sin kang, Kian kun thay lo ie dan Thay kek kun telah bergabung menjadi satu sehingga dapat dikatakan, Bu Kie telah mencapai tingkat tertinggi dalam ilmu silat.” Salam. Rahayu.

 

Johannes Kitono

Bravo untuk William yang jadi Ciang Bun Jin Kaypang berkantong sembilan. Selain mengolah limbah plastik sehingga bernilai tambah. Tolong pikirkan bagaimana caranya mengolah limbah Sawit menjadi pupuk Eco- Enciem.Supaya petani sawit tidak tergantung pupuk kimia yang mahal harganya. Di Kab Sanggau ada ribuan ton limbah sawit yang terbang percuma. Siapa tahu ada Petinggi Kaypang yang bisa bawa teknologi kesana dan memberikan nilai tambah.

 

Denny Herbert

Ada juga Gerakan Sejuta Kacamata Gratis untuk Indonesia pernah menggunakan plastik daur ulang sampah untuk dijadikan frame kacamata baru dan didonasikan ke warga2 yg membutuhkan. IGnya: @Sejuta_kacamata

 

Liam Then

Saya mau dirikan pabrik juga, super bio degradable. Namanya PT.DHI – Daun Alami Indonesia. Pak DI mau datang resmikan kalo saya undang? Kwkwkwkw. Produk PT saya daun pisang dan daun simpur. Yang pernah makan kwetiau goreng yang di bungkus daun simpur , tentu masih ingat aroma khas nya. Daun pisang juga bisa memberikan aroma alami extra yang menyegarkan, di nasi padang. Sayang sekarang makin jarang orang pakai daun pisang, sebagai alas daleman untuk membungkus nasi padang.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id