Anggaran Sendiri

Liono Basuki


Liono Basuki -Ketua DPRD Muaraenim 

MENURUTNYA proses pemilihan wakil bupati Muara Enim sama seperti pemilu pada umumnya. Panitia pemilihan menyiapkan surat suara berisi dua foto nama Cawabup untuk dicoblos dibilik suara. Setelah itu, surat suara yang sudah dicoblos dimasukan dalam kotak suara.

“Untuk bilik dan kotak suara kita pinjam pakai ke KPU,” katanya.

Untuk proses pemilihan mulai dari tahap awal hingga hari H, kata dia, dari aturan semua diikuti, sehingga pada saat pemilihan dilakukan secara baik dan benar sesuai aturan perundangan-undangan yang ada.

Proses pemilihan, sambungnya, dengan agenda rapat paripurana ke XVI yakni penetapan calon wakil bupati. Setelah ditetapkan, proses pengambilan nomor undian dan dilanjutkan penyampaiaan visi misi calon wakil bupati.

Lanjutnya, proses pemilihan wakil bupati Muara Enim sisa masa jabatan 2018-2023 dapat berjalan baik dan lancar. Ia memastikan prosesnya akan berjalan demokratis dan tanpa ada intervensi dari siapapun. Kemudian panitia pemilih juga sudah merumuskan tata tertib pemungutan suara.

“Kita sudah koordinasi dengan Polres Muara Enim mohon dibantu pengamanan, Kejari, Dandim, Pengadilan, KPU. Intinya koordinasi sebagai bentuk sesama Forkopimda. Sedang Pol PP dan Dishub kita minta untuk mengatur lalu lintas,” katanya.

Mengenai anggaran proses pemilihan dari tahap awal sampai pemilihan, pihaknya menggunakan anggaran yang melekat di sekretariat dewan. Contoh, konsultasi pengecekan kebasanan dokumen, foto copy, pelaksanaan pemilihan, komsumsi dan lain-lainnya itu melekat di sekretariat dewan. (ozi)