Api Cemburu Merenggut Nyawa

Tersangka diamankan di Mapolsek Tanjung Raja, kemarin.


INDRALAYA
– Ditengarai terbakar api cemburu. Seorang pemuda desa jadi gelap mata dan menikam pria yang bersama wanita idamannya.

Pria bernasib malang itu adalah Frangko Kristian (30), warga Lingkungan I RT 01 Kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir.

Frangko tewas dengan tiga liang luka tusuk di tubuhnya di lokasi orgen tunggal yang digelar warga Desa Tanjung Raja Selatan, Kecamatan Tanjung Raja, Rabu (09/11), sekitar pukul 16.00 WIB.

Berkat kesigapan polisi pelaku yang menewaskan Frangko berhasil dibekuk tak lama pascakejadian. Pelaku adalah Siswanto (37), warga Desa Talang Balai Lama Kecamatan Tanjung Raja. Sedangkan temannya Bernama Anggi (21), warga Kampung Bawah, Kelurahan Tanjung Raja, masih dalam pengejaran polisi.

Cerita berawal ketika Frangko mengajak pacarnya, Putri, menonton orgen tunggal. Keberadaan keduanya dilihat oleh Anggi yang menaruh hati kepada Putri.

Diduga terbakar api cemburu. Anggi menghampiri Frangko dan langsung menghajarnya. Melihat keributan tersebut, warga langsung melerai. Kemudian datang Siswanto mendekati korban.

Siswanto meminta agar keributan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Bersamaan dengan ucapannya, Siswanto menghujamkan senjata tajam ke tubuh korban berulang kali.

Akibatnya, korban tekapar bersimbah darah. Pengunjung orgen tunggal pun histeris menyaksikan kejadian itu. Siswanto dan Anggi menghilang dari keramaian warga.

Kapolres OI Andi Baso Rahman melalui Kapolsek Tanjung Raja AKP Halim Kusuma, kemarin, membenarkan adanya kejadian itu. Menurut Halim, saat keributan terjadi anggotanya sedang melakukan patroli.

Dengan sigap polisi mengejar Siswanto dan Anggi. Polisi berhasil membekuk Siswanto. Sedangkan Anggi lolos dari sergapan polisi.

“Untuk tersangka Anggi masih DPO. Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap tersangka. Dalam kasus ini tersangka kita jerat pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan kematian ancaman hukumanya maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Halim. (sro)