ASN Meninggal di Kamar Mandi

Polisi mengevakuasi jasad korban yang tewas di kamar mandi. FOTO : MARYATI-PALPOS


LUBUKLINGGAU
– Abdul Halim (48), ASN di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau ditemukan meninggal di kamar mandi belakang rumahnya.

Saat kali pertama ditemukan, korban mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek dalam kondisi tertelentang. Warga Jalan Depati Said No 12 RT 06, Kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau ini ditemukan tetangganya, Minggu (11/09).

Diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari dua hari karena kondisinya sudah mulai membengkak dan menebarkan bau busuk.

Berdasarkan informasi yang diterima Palembang Pos diketahuinya korban meninggal kali pertama  dari kecurigaan Raden (tetangga sebelah rumah korban). Sore itu, Raden tengah duduk santai di teras depan rumahnya. Tiba-tiba mencium bau busuk.

Penasaran Raden mencari sumber bau tersebut dan curiga berasal dari dalam rumah korban. Khawatir terjadi apa-apa, Raden,  langsung melapor kepada Fauzi ketua RT 06. Fauzi yang saat itu tengah santai dalam rumah langsung bergegas mengajak warga lainnya ke rumah korban.

“Saat kami datang semua pintu dan jendela dalam keadaan terkunci, sumber bau memang berasal dari dalam rumah korban,” ungkap Fauzi, kepada awak media.

Karena pintu tidak ada yang bisa dibuka dan kondisi jendela semuanya terkunci, Fauzi dan beberapa warga berinisiatif mendobrak pintu depan rumah korban. Setelah pintu berhasil di dobrak, ketua RT dan warga lainnya langsung masuk.

Kami cari korban di kamar tidak ada, setelah ke belakang ternyata korban di dalam kamar mandi belakang, posisinya tertelentang,” jelas Fauzi.

Mengetahui warganya sudah meninggal dalam kondisi sudah membusuk, Fauzi menghubungi pihak kepolisian. Tidak berapa lama, anggota Polsek Lubuklinggau Barat langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi mayat korban ke Rumah Sakit (RS) dr Sobirin.

Belakangan diketahui, korban tinggal sendiri di rumahnya karena sudah pisah ranjang dengan istrinya. Sejak pisah ranjang istri dan anak-anaknya tinggal di asrama polisi.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi melalui, Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Farizal Alamsyah, menyatakan penyebab kematian korban diduga karena sakit. Hal itu diperkuat dengan keterangan teman sekantornya yang mengatakan bahwa terakhir bertemu korban hari Jumat (9/9).

“Dari keterangan teman sekantornya, korban pulang lebih awal karena mengeluh kurang enak badan,” ujarnya.

Selain itu,  dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, diduga korban meninggal karena serangan jantung.

“Kita sudah komunikasi dengan keluarga, mereka tidak mau di otopsi keluarga sudah menerima dan langsung dimakamkan,” tukasnya. (yat)