Bangun Inovasi Program untuk Ajak Gunakan LRT

Madi Ap riadi
(Akademisi)

TERKAIT pernyataan DPR RI tentangoprasional LRT Palembang yang membebani APBN, menjadi perhatian banyak pihak, yang salah satunya Akademisi. “Kalau kita berbicara mengenai LRT yang biaya operasionalnya membebani APBN inilah realitanya di lapangan, ini semua akibat pemerintah provinsi tidak berani membuat kebijakan transportasi publik yang membuat masyarakat akhirnya memilih menggunakan LRT dan transportasi yang mendukungnya,” ujar Madi Apriadi, selaku akademisi, saat diwawancarai via telepon, Minggu (13/11/2022).

Madi menuturkan, Pemerintah Provinsi (pemprov) dapat bekerjasama dalam mencarikan solusi terkait permasalahan transportasi.”Respont pemerintah dalam hal ini Gubernur Sumatera Selatan yang mengatakan jika tujuan pengadaan LRT itu bukan untuk profite Oriented, tentu ini bukan suatu alasan untuk Pemprov membiarkan ini menjadi beban negara. Semestinya Pemprov harus bisa mencari solusi mengenai hal ini dengan cara membuat kebijakan transportasi publik yang ada di kota Palembang,” tuturnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kebijakan pemerintah terkait transportasi publik juga harusnya bisa dibantu oleh Polantas seperti membuat aturan ganjil genap demi membatasi penggunaan kendaraan. Sehingga masyarakat menjadi beralih menggunakan transportasi umum, dengan catatan tarif yang diberlakukan terjangkau.

“Mengingat kota Palembang yang sekarang ini sangat rawan macet, jadi pemerintah bisa menerapkan kebijakan transportasi publik seperti ganjil genap untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus didukung kebijakan transportasi publik yang murah dengan satu kali bayar bisa sampai tujuan dengan menggunakan LRT dan kendaraan yang mendukungnya,” katanya.

Menurutnya, LRT sebenarnya transportasi yang bagus dan lebih efektif. Hanya saja kebijakan pemerintah harus lebih dimatangkan lagi, agar masyarakat mau beralih ke transportasi yang disiapkan pemerintah.

“Kami yakin jika tarif transportasi publik seperti LRT dan transportasi mendukungnya lebih murah dari pada transportasi online seperti, ojek online, taksi online pasti masyarakat akan lebih memilih dan beralih ke transportasi publik yang sudah disiapkan oleh pemerintah,” imbuhnya.

“Pada akhirnya jika kebijakan pemerintah menyentuh masyarakat sudah pasti masyarakat akan mendukung kebijakan tersebut dan beralih menggunakan LRT sehingga LRT menjadi transportasi profit oriented,” tukasnya. (tia)