Banjir di Palembang Hambat KBM

Pelajar di kota Palembang trobos banjir sata berangkat sekolah. Foto: IST


PALEMBANG
– Hujan deras melanda Palembang, (5/10) malam hingga dini hari (6/10) menyebabkan kota Palembang dikepung banjir. Hal ini tentu menghambat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), meskipun demikian, masih ada beberapa pelajar yang teta menerobos banjir saat berangkat kesekolah.

Banjir hingga kini masih merendam beberapa jalan protocol hingga jalan lintas bahkan ribuan rumah di Kota Palembang. Tidak hanya itu saja, air banjir juga menggenangi beberapa sekolah dikota ini dengan kedalaman mencapai 50- 60cm.

Seperti di SD Negeri 1 Palembang yang beralamat di Jalan Sambu, Bukit Palembang ini. Kondisinya sangat memprihatinkan karena terendam banjir setinggi lutut siswa atau skeitar 30cm. Para siswa harus melintasi banjir hingga menyebabkan sebagain seragam sekolah basah, dan sepatu dan tas sekolah dijinjing guna menghindari banjir. Sebab, sekolah terendam mulai dari jalan masuk, halaman, seluruh ruangan tergenang.

“Hari ini sudah dua hari sekolah terendam banjir, siswa tetap berangkat seperti biasa dan belajar seperti biasa,” kata Kepala SD Negeri 1 Rahma, Danniarti.
Jika genangan air ini tidak turun Rahma, memastikan siswa tetap belajar seperti biasa tetapi secara daring. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan belajar.

“Alhamdulillah, banjir ini tidak begitu lama menggenangi sekolah, maka kegiatan belajar mengajar kita laksanakan seperti biasa,” tuturnya.

berharap banjir yang sering melanda SD Negeri 1 ini bisa segera teratasi. “Semoga sekolah bisa kembali mendapat bantuan untuk meninggikan ruang kelas agar siswa bisa belajar dengan nyaman,” harapnya.

Sementara itu, Lidya Wati warga Sekip Bendung Palembang menuturkan anaknya tidak dapat berangkat sekolah karena rumahnya tergenang banjir. “Air banjir hingga diatas lutut, saya repot hingga sore ini belum total surut bagaimana anak saya mau sekolah,” tuturnya.

Untuk itu, Ia berharap pemerintah untuk segera melakukan Tindakan mencegah dan mengurangi banjir disaat hujan deras menlanda kota Palembang. “Harapan kita adanya bantuan seperti mesin penyedot banjir atau sebagainya. Sebab hal ini selalu terjadi jika hujan deras, kasian anak saya tidak sekolah- sekolah ,” harapnya. (nik)