BBM Naik, Walikota Waspada Sembako Naik

Palembang, Palpos.- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diprediksi akan memberikan dampak meluas terhadap harga komoditi yang semakin menjadi keresahan masyarakat.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, inflasi Kota Palembang 5,43% dan komponen yang mempengaruhinya seperti beras, telur, bawang merah juga cabai.

Karena naiknya BBM, maka untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bakal melakukan operasi pasar atau pasar murah di setiap kelurahan.

Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan, dengan kenaikan BBM akan membuat daya beli masyarakat menurun/berkurang. Perlu diantisipasi karena sekarang kecenderungan kenaikan harga seperti telur, beras.”Perlu langkah-langkah seperti operasi pasar. pasar murah, untuk dilakukan bila perlu di setiap kelurahan,” katanya, Senin (5/9/2022).

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja mengatakan, pihaknya lebih fokus untuk lebih mempertahankan agar inflasi pangannya terjaga. Arahan untuk tetap menjaga stabilitas pangan menjadi prioritas.

“Gerakan nasional, beberapa hal yang dilakukan yakni operasi pasar bersama di lapangan pada saat timing yang tepat,” katanya.

Mendorong kerjasama antara daerah. Recofusing anggaran ini sangat tergantung sekali terhadap APBD provinsi dan Kota Palembang. Mendorong penggunaan data dan digitalisasi untuk pertanian (digital farming).

Gerakan tanaman untuk komoditas folitel food (urban farming). Bagaimana seluruh masyarakat ikut menanam cabe, bawang merah dan komoditas folitel food lainnya untuk menjaga stabilitas pangan.

“Juga harus menjaga komunikasi agar ekspektasi masyarakat terhadap inflasi ini bisa terus terjaga,”pungkasnya. (Ika)