Belajar Bobol ATM Otodidak

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi menggelar pres rilis ungkap kasus bobol ATM, kemarin. FOTO : MARYATI-PALPOS


LUBUKLINGGAU
– Bustomi (49) dan Bambang Irawan (57) dua tersangka pembobol  Ajungan Tunai Mandiri (ATM) BNI dengan modus memasukan tusuk gigi ke exit shutter (tempat memasukan kartu ATM) terancam pidana 7 tahun.

Diungkapkan Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi didampingi Wakapolres Kompol MP Nasution dan Kasatreskrim, AKP Robi Sugara, kedua tersangka mengaku baru kali pertama  melakukan aksi bobol ATM di wilayah hukum Polres Lubuklinggau.

Kendati demikian, kata Kapolres, dilihat dari 14 kartu ATM  yang disita dari berbagai Bank, diperkirakan aksi kedua tersangka sudah lebih dari sekali.

Diperkuat dengan keterangan Syukur, pengelolah ATM BNI, yang menyebutkan bahwa pembobolan ATM dengan modus memasukan tusuk gigi ke exit shutter sudah sering terjadi. Bahkan kerugian nasabah ada yang mencapai Rp30 juta, tergantung dari saldo yang ada di dalam ATM.

“Korbannya lebih dari satu bukan hanya ibu-ibu, kerugiannya ada yang Rp 20 juta, ada juga dokter kerugiannya mencapai Rp 30 juta, terakhir ini ya Rp450 ribu, tergantung dari saldo ATM nya,” kata Harissandi.

Ditambahkan Syukur, dari beberapa kejadian pembobolan ATM, rata-rata yang menjadi sasaran ATM yang ada di luar wilayah kantor BNI. “Yang banyak terjadi di ATM Out Brend diluar kantor, karena kalau di area kantor ada scurity,” terangnya.

Sementara, di hadapan Kapolres Bambang Irawan mengaku berperan sebagai orang yang berpura-pura membantu korban di ATM. “Saya yang pura-pura bantu korban di dalam ATM,” ujarnya.

Sedangkan tersangka Bustomi berperan memasukan lidi tusuk gigi ke dalam tempat masuk dan keluarnya kartu. “Saya yang memasukan tusuk giginya,” timpal Bustomi.

Mengenai ide aksi pembobolan ATM tersebut keduanya kompak mengaku ide berdua. “Idenya berdua, belajarnya dari Youtobe. Saya yang buka youtobe,” aku Bustomi.

Hasil belajar otodidak pembobolan ATM dari media sosial (medsos) tersebut kemudian dipraktekan di ATM BNI di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Depati Said, Kecamatan Lubuklinggau Timur.

“Kami tiga kali melakukannya di lokasi ATM yang sama, hasilnya dapat Rp450 ribu,” ujar Bustomi.

Mengenai hubungan keduanya, diakui Bustomi, tidak lebih dari rekan dalam aksi kejahatannya. Dia juga mengenal Bambang, karena Bambang merupakan paman dari temannya di Curup.

“Saya dan keponakannya dulu pernah jual jagung bareng waktu saya tinggal di Curup,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya,  komplotan bandit bobol  Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali beraksi di  Lubuklinggau. Belum lama mesin ATM  yang dibobol, kali ini kartu ATM nasabah, dengan cara diganjal tusuk gigi.

Namun lagi-lagi, aksi komplotan pembobol ATM ini berhasil diungkap Tim Macan Satreskrim Polres Lubuklinggau. Berikut kedua tersangka berhasil dibekuk saat sedang beraksi.

Keduanya Bustomi (49), warga Jalan Tembok Raya, RT III, Kelurahab Nanbalimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Sawah Lunto, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dan Bambang Irawan (57), warga Jalan Sapta Marga Gang H Harun Alin, Pasar Hewan RT III, Kelurahan Talang Rimbo, Lama Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong.

Keduanya diringkus dilokasi pembobolan ATM BNI Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau (Depan RM Singgalang Jaya)  berhasil diringkus, Senin (20/09), sekitar pukul 17.00 WIB. (yat)