Belasan Mahasiswa UIN Penuhi Panggilan Polisi

Mahasiswa UIN Rafa memenuhi panggilan polisi, kemarin. foto : abdus salam-palpos


PALEMBANG
– Belasan terduga pelaku perundungan mahasiswa UIN Raden Fatah Arya Lesma Putra (19) memenuhi panggilan penyidik Polda Sumsel, kemarin, pukul 09.30 WIB.

Belasan terlapor ini didampingi kuasa hukum dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Harapan Rakyat (YLBH Hara) Sumsel. Turut mengantarkan Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si.

Sebelumnya belasan mahasiswa UKMK Litbang UIN Raden Fatah ini dua kali mangkir dari panggilan polisi untuk dilakukan pemeriksaan terkait pengeroyokan terhadap Arya Lesmana Putra. Pengeroyokan sendiri terjadi di bumi perkembangan Gandus Palembang pada awal Oktober 2022 yang lalu, saat pelaksanaan Diksar UKMK Litbang.

Ke-13 mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang dipanggil sebagai saksi ini terkait laporan polisi nomor LP.B/608/X/2022/SPKT/Polda Sumsel dengan pelapor Arya Lesmana Putra.

Sementara masih ada 9 orang saksi terlapor lainnya baru akan dipanggil setelah pemeriksaan terhadap 10 mahasiswa yang datang kemarin pagi.

“Ada 20 orang saksi terlapor, namun hari ini (kemarin) ada 19 saksi yang mendatangi penyidik setelah sebelumnya satu saksi telah terlebih dahulu mendatangi penyidik Polda Sumsel,” kata Rektor UIN, Prof Dr Nyayu Khodijah usai mengantar langsung ke 10 mahasiswa UIN, kemarin.

Dijelaskan, untuk 9 mahasiswa lainya akan datang siang hari jika tidak ada halangan. Nyayu Khodijah mengatakan, bahwa kedatangannya ke Polda Sumsel mengantar 10 orang mahasiswa tersebut sebagai bentuk ketegasan proses hukum harus terus berjalan.

“Mereka ini tidak hadir sebelumnya beralasan karena takut memenuhi panggilan polisi. Untuk itu saya langsung menghantarkan mereka,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Arya Lesmana Putra mengalami perundungan saat menjadi panitia Diksar UKMK Litbang di bumi perkemahan Gandus Palembang. Arya mengaku dianiaya oleh belasan senior. Tak hanya itu, Arya juga mengaku ditelanjangi dan disundut api rokok.

Masih kata hafiz 3 jus Alquran ini, dirinya juga dipaksa meminum air kloset oleh para seniornya itu. Aksi perundungan baru selesai dialaminya keesokan harinya dan sempat didamaikan aparat Polsek Gandus. Namun panitia Diksar UKMK Litbang membantah semua pernyataan Arya saat menggelar jumpa pers kepada awak media. (abd)