BENCANA MENGINTAI KAPAN SAJA


WARGA
di Sumatera Selatan harus waspada. Pasalnya, saat ini cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi selama bulan Oktober ini. Terkait cuaca ekstrem itu, BMKG Meteorologi (Stamet) Klas II Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang meminta pemerintah daerah dan masyarakat melakukan antisipasi.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Meteorologi Klas II SMB II Palembang, Veronica Sinta mengatakan, ada 12 daerah yang berpotensi dilanda hujan deras disertai petir dan angin kencang. Yakni, Kabupaten Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara.

Kemudian Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Kota Lubuk Linggau dan Pagaralam. Masuknya Kabupaten OKU Timur kedalam wilayah yang diperkirakan berpotensi bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor menjadi perhatian pihak BPBD OKU Timur.

Terkait cuaca ekstrim ini, persiapan apa yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kota. Mgs Habibullah, selaku Kepala BPBD OKU Timur (OKUT) menegaskan, bahwa pihaknya sudah meneruskan informasi yang dikeluarkan BMKG tersebut kepada para camat untuk disampaikan ke kades/lurah dan kepala OPD yang ada di Kabupaten OKUT.

“Saat ini sedang dibuatkan surat edaran Bupati tentang himbauan kepada masyarakat melalui camat kades/lurah dan kepala OPD terkait himbauan BMKG tentang cuaca ekstrim ini,” ujarnya. Terkait persiapan personil maupun peralatan, BPBD OKUT menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta peralatan penanggulangan bencana.

“Ya saat ini personil dan peralatan siap standby. Sambil monitor ke para camat, Kalau perlu peralatan, personil TRC langsung ke lokasi,” tukasnya. Terpisah, Anto warga Martapura berharap, perkiraan bencana ini tidak benar-benar terjadi. Mengingat potensi banjir dan angin puting beliung di Kabupaten OKU Timur cukup tinggi dan pernah terjadi sebelumnya.

“Semoga saja tidak terjadi, kalau banjir kasian masyarakat kita yang berada di tepian sungai. Karena di OKUT banyak masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai Komering,” harapnya, Senin (10/10). Terpisah, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui BPBD Kabupaten Muara Enim menyiagakan, personel dan sarpras sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana. Khusus untuk antisipasi potensi banjir, sejumlah sarana prasarana seperti perahu karet, logistik, pompa air, mobil, siap dioperasikan.

“Antipasi bencana saat musim penghujan ini, kita waspadai potensi banjir luapan sungai maupun genangan, karena drainase tidak lancar di beberapa wilayah seperti depan Kantor Kelurahan Air Lintang, Jln Pendawa Lima, Jln RA Kartini dan jalan Akasia,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim Abdul Rozieq ST MT belum lama ini.

Menurut perkiraan BMKG, kata dia, curah hujan saat ini masih kategori rendah sehingga masih aman untuk masyarakat. Dijelaskannya, BPBD memetakan daerah rawan banjir yakni Tanjung Enim, Muara Enim, Ujan Mas, Gunung Megang, Niru dan Sungai Rotan. Sedangkan daerah rawan longsor di wilayah Kecamatan Semendo Raya.

“Puncak dimusim hujan itu terjadi di bulan November. Rawan hanya genangan air dan tanah longsor di titik-titik tertentu,” terangnya. Kesiapsiagaan BPBD dalam mengantisipasi penanggulangan bencana, terutama dalam memasuki musim penghujan.

Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Muara Enim merupakan daerah rawan bencana banjir dan longsor. “Untuk itu, kewaspadaan semua pihak, perlu ditingkatkan,” katanya.

Rozieq mengajak semua personel dan stakeholder yang terlibat dalam menyiapkan antisipasi bencana untuk saling berkoordinasi. Alat-alat sudah dipersiapkan dan cukup lengkap. Seberapa cepat merespon bencana, seberapa cepat berkoordinasi dengan semua stakeholder, itu menjadi kunci solusi.

Sedangkan di Muba yang merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, yakni tanah longsor, banjir dan juga angin puting beliung. Terkait ini, Pemkab Muba melalui BPBD menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada cuaca ekstrim sekarang ini.

“Ya sekarang ini, curah hujan deras yang disertai angin kencang.kita himbau kepada masyarakat terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai,atau di daerah yang rawan longsor,” kata Kepala BPBD Muba, H Pathi Riduan. Lanjut Pathi, kita ajak semua elemen lapisan masyarakat, bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan,menjaga kebersihan.

“Kita harapkan bagi masyarakat, jangan buang sampah di sungai, gorong-gorong atau saluran air lainnya, agar air tidak tersumbat dan lancar,kemudian bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, agar waspada, atau segera mungkin untuk pindah, ketempat lebih aman untuk menghindari bencana tanah longsor,” jelasnya.

Apabila nanti masyarakat ada yang terkenal bencana, tambah Pathi, agar segera melapor ke BPBD, atau pos yang telah ditentukan,agar cepat di tanggulangi. “Satu lagi, bagi para petani atau warga, apabila hendak membuka lahan, agar jangan dibakar, baiknya di tumpuk dahulu pohon atau rumput yang ditebang, dan nanti koordinasi kan sama pihak terkait, tentang cara untuk membuka lahan, agar tidak terjadi bencana kebakaran hutan, kebun dan lainnya,” ujatnya.

Sementara itu Anton salah seorang warga Sekayu mengatakan, tepat pemerintah untuk memberikan himbauan kepada warga,pada saat cuaca yang kurang bersahabat akhir ini.n”Ya, seharusnya kita atau semua warga untuk antisipasi tentang cuaca ekstrim saat ini, biar tidak menjadi korban bencana,” terangnya.

Lanjutnya, bagi yang tinggal di rawan longsor, cepat antisipasi, bagi yang kebanjiran, juga cepat cari tempat yang aman. “Dan juga jangan bakar kebun kalau lagi buka lahan, biar tidak terjadi kebakaran hutan dan kebun,” pungkasnya. (ika/ard/ozi/ian/omi)