Bertahan Walau Untung Sedikit

Bunda Raya


HARGA
telor ayam ras yang melonjak naik mencapai Rp 30 ribu/kg. Untuk itu Pelaku UMKM terpaksa melakukan pengurangan pendapatan meskipun harus sulit, karena pertimbangan karyawan yang harus dijamin atau tetap bisa bekerja.

Hal ini dikatakan Bunda Raya, Pemilik Toko Kue Bunda Raya sekaligus Ketua ASPENKU. Menurutnya kenaikan harga telur ras sangat berpengaruh terhadap modal usaha kue yang ia tekuni begitu juga rekan satu profesinya yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (ASPENKU) yang Ia ketuai.

Meskipun harga telur naik, namun ia tetetap bertahan dengan modal besar namun tidak menaikan harga dan tidak mengurangi bajan terutama telur yang saat ini lagi naik daun. Karena jika dikurangi maka akan berpengaruh terhadap rasa dan ukuran kue.

“Jika berkurang pelanggan akan kabur, bisa tutup usaha saya. Maka itu kita bertahan dengan modal besar artinya keuntungan sedikit. Karena ada karyawan yang harus saya perjuangkan dimana mereka butuh biaya sekolah anak, biaya kebutuhan hidup,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah dalam hal ini dinas perdagangan harus melakukan tindakan bagaimana bisa harga telur semahal itu. “Ya harus, karena bukan saja kita yang terimbas hampir semua aspek usaha yang menggunakan bahan telur ayam ras,” paparnya.

Sementara untuk anggotanya ia berpesan jika harus bertahan dengan keterbatasan pendapatan. “Namun sulit, karena memang modalnya saya besar. Seperti kue yang bunda masak ini 1 loyang harus gunakan telur 5kg artinya berapa modal untuk telur saja sudah besar,” terangnya. (nik)