Buruh Doakan Ganjar Dapat Tiket Capres di Pemilu 2024

Ganjar Pranowo


JAKARTA 
– Jelang pemilihan presiden pada 2024 mendatang, buruh mendoakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan tiket.

Buruh yang tergabung dalam Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Jawa Tengah mendoakan Ganjar Pranowo mendapat tiket untuk maju pada Pemilu 2024 dan terpilih menjadi presiden.

Doa para buruh dipandu oleh Ketua FKSPN Jawa Tengah Nanang Setyono saat membuka Rapat Kerja Wilayah II di Semarang.

“Semoga Pak Ganjar segera ditetapkan sebagai calon presiden dari partai politik,” katanya, Senin 14 November 2022.

Menurut dia, jika Ganjar menjadi presiden diharapkan bisa memberi perhatian khusus terhadap carut marut regulasi ketenagakerjaan sehingga dinamika kurang sehat yang terjadi selama ini bisa terselesaikan.

Nanang menjelaskan sudah bukan rahasia umum lagi jika Ganjar Pranowo merupakan kandidat presiden dengan tingkat elektabilitas tertinggi.

Meski demikian, katanya, yang disampaikan dirinya ini bukan merupakan bentuk dukungan resmi terhadap Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.

“Kami baru akan menentukan sikap setelah ada keputusan resmi dari partai politik,” katanya.

Ganjar Pranowo yang hadir untuk membuka Rapat Kerja Wilayah FKSPN itu sendiri enggan berkomentar terhadap dukungan dan doa dari buruh tersebut.

“2024 jane nomor togel opo to (2024 itu nomor togel apa sebenarnya),” kata Ganjar saat memberikan sambutan.

Dalam rapat kerja wilayah itu sendiri, FKSPN menyerahkan kajian tentang mekanisme penghitungan Upah Minimum Provinsi Tahun 2023 kepada Gubernur Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo-Yenny  

Menurut survei Y-Publica, pasangan Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid menjadi pasangan calon presiden yang banyak didukung oleh publik.

 “Hasilnya, Ganjar paling banyak didukung untuk berpasangan dengan Yenny Wahid, yakni sebanyak 40,4 persen,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, Selasa 8 November 2022.

Rudi mengatakan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan muncul sebagai tiga besar dalam bursa calon presiden mendatang.

Partai-partai politik hampir dapat dipastikan bakal mempertimbangkan untuk mengusung ketiganya dalam pertarungan memperebutkan pucuk kekuasaan.

Dia mengatakan belum menonjolnya kekuatan masing-masing capres membuat faktor pasangan calon wakil presiden menjadi patut diperhitungkan.

Lembaga Survei Y-Publica melakukan pemetaan siapa saja tokoh-tokoh yang layak mendampingi Ganjar, Prabowo, dan Anies sebagai cawapres.

Ganjar berpasangan dengan Yenny Wahid paling banyak dipilih. Prabowo dinilai paling layak berpasangan dengan Erick Thohir 34,7 persen, sedangkan Anies dengan Agus Harimurti Yudhoyono 34,4 persen.

 “Ganjar-Yenny, Prabowo-Erick, dan Anies-AHY paling banyak dipilih publik sebagai pasangan capres-cawapres,” kata kata dia.

Menurut Rudi munculnya nama Yenny sebagai cawapres Ganjar cukup mengejutkan, mengingat belum banyak dukungan yang muncul terhadap Yenny.

“Sejauh ini baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang secara terbuka mendukung Yenny berpasangan dengan Ganjar,” ujar Rudi.

Figur Yenny yang merupakan putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi salah satu faktor tingginya dukungan.

Yenny dikenal publik sebagai penerus ide-ide toleransi beragama yang terutama masif di kalangan intelektual Nahdlatul Ulama (NU).

Selain Yenny, sejumlah nama lain yang dianggap layak mendampingi Ganjar adalah Erick (21,7 persen), Airlangga Hartarto (11,2 persen), dan Ridwan Kamil (8,3 persen).

Ada pula tokoh NU lainnya yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (3,6 persen). Berikutnya, Puan Maharani (2,9 persen), Sandiaga Uno (2,5 persen), dan AHY (1,8 persen). Selain itu, ada pula Anies Baswedan (1,4 persen), Andika Perkasa (1,1 persen), sedangkan nama-nama lain relatif kecil dukungannya, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 4,0 persen.

Sementara itu, Erick yang diketahui sebagai figur pengusaha profesional pendukung kuat Jokowi dianggap cocok mendampingi Prabowo.

“Pasangan Prabowo-Erick bisa menjadi pelanjut gagasan Jokowi untuk membangun Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat,” kata Rudi.

Selain Erick, lanjutnya, ada pula nama-nama lain yang berpeluang menjadi pasangan Prabowo, di antaranya Puan (18,6 persen) dan Anies (15,7 persen).

“Muhaimin yang digadang-gadang berpasangan dengan Prabowo hanya mendapat dukungan 10,3 persen dari pemilih Prabowo,” kata Rudi.

Lalu, RK (5,0 persen), Airlangga (3,3 persen), Khofifah (2,9 persen), AHY (2,1 persen), dan Andika (1,7 persen). Berikutnya, Sandi (1,2 persen), Ganjar (0,8 persen), dan Yenny (0,8 persen).

Masih ada beberapa nama lain dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 2,1 persen. Sementara, kuatnya nama AHY sebagai sosok cawapres yang tepat buat Anies paling santer digaungkan.

 “Koalisi yang dibentuk NasDem masih terbentur pada pemilihan cawapres, di mana PKS dan Demokrat saling berebut untuk mengusulkan tokoh masing-masing,” kata Rudi.

Selain AHY, nama yang patut dipertimbangkan sebagai pasangan Anies adalah Andika Perkasa (26,7 persen), Puan (10,8 persen), Sandi (5,1 persen), dan Khofifah (3,1 persen).

Berikutnya, Erick (2,6 persen), RK (2,1 persen), Airlangga (2,1 persen), dan Ganjar (2,1 persen).

“Ahmad Heryawan yang diusulkan PKS sebagai cawapres Anies hanya didukung 1,5 persen pemilih Anies,” kata Rudi. (fin.co.id)