BUTUH EDUKASI DAN KETELADANAN

Ilustrasi


Stop Perundungan Terhadap Anak-anak

BULLY atau perundungan terhadap anak diusia sekolahnya sejak beberapa bulan belakangan sering terjadi di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel).

Perbuatan bully ini tak pelak sangat berdampak terhadap psikologi korban sendiri. Apalagi di zaman informasi teknologi yang makin canggih saat ini, korban makin dipermalukan lantaran sebagian besar kasus bully divideokan hingga disebar ke masyarakat.

Yang terbaru, salah satunya yakni kasus bullying atau perundungan pada siswa di Kabupaten OKU. Dimana seorang siswi Sekolah Dasar (SD) jadi korban perundungan teman hampir 1 kelas.

Kejadian ini terlihat dari beredarnya sebuah video di Whatsapp Group dan media sosial. Perundungan terhadap anak perempuan oleh teman-temannya diduga di salah satu SD Negeri di Desa Saung Naga Kecamatan Peninjauan.

Kasus perundungan ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di Sumsel sebelumnya.

Sejauh ini, kasus tersebut telah dimediasi dan diselesaikan pihak sekolah termasuk oleh Dinas Pendidikan ( Diknas) OKU. Namun begitu, bully yang berdampak terhadap psikologi si korban, harus dapat dicegah kedepan.

Terkait hal ini, adakah kekhawatiran orang tua murid terhadap anaknya sedang menempuh pendidikan di sekolah. Sejumlah orang tua murid berharap perlu adanya pengawasan yang ketat serta kembali diterapkan pelajaran budi pekerti sehingga anak- anak paham akan akhlak dan attitude.

Seperti dikatakan Tini, warga Kota Palembang. Ibu IRT yang memiliki anak dibangku sekolah dasar (SD) ini berharap adanya revisi kurikulum sekolah yang lebih menanamkan akhlak kepada anak. Bukan pola belajar cerdas cepat saja.

“Sekarang ini saya nilai anak diajarkan cerdas cepat saja, belajar kreatif namun mengenyampingkan tentang attitude dan akhlak yang harusnya juga diutamakan. Artinya disini juga dibutuhkan edukasi dan keteladanan,” paparnya.

Senada dikatakan Sirlie orang tua murid yang juga warga Kota Palembang. Diri mengatakan, perlunya pemahaman karakter patuh, sopan, santun kepada orang tua dan sesama.

“Saat ini sangat kurang karena salah satunya faktor agama pelajaran agama saja hanya 2 jam pelajaran dalam 1 minggu, lalu makan pendidikan budi pekerti yang saat ini juga sudah hilang. Bobrok sekali tak terkecuali di Sumsel ,” jelasnya.

Oleh karena Dia berharap peran guru tidak hanya mengajarkan anak bagaimana berenterpreneur, bisa membaca menghitung ataupun memahami wawasan sosial tapi juga menanamkan akhlak dan attitude. “Benahi semuanya, tidak perlu kurikulum modern jika jiwa anak tidak baik. Sebenarnya masalah ini tidak hanya tugas menteri tapi tugas kita semua orang tua dan juga pendidik dalam hal ini guru atau pihak sekolah,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam video singkat yang beredar itu, seorang anak SD di OKU jadi korban bully diolok-olok, ditendang hingga diinjak oleh beberapa siswa yang nampak berada di dalam ruang kelas itu.

Kejadian tersebut direkam teman satu kelasnya menjadi 4 potongan video. Pada video pertama, terlihat adegan siswi sedang tertunduk sambil disoraki teman satu kelasnya.

Kemudian terlihat siswi berhijab menginjak tas yang diduga milik siswi yang dibully tersebut. Kemudian tak lama berselang dari belakang ada anak laki menendang kepala siswi tersebut dari belakang. Seraya teman laki-laki lainnya memuku-mukul meja kelas.

Pada video kedua, terlihat siswi yang dibully menangis. Video ketiga tetap dalam adegan yang sama, tas yang diduga milik siswi tersebut diinjak-injak oleh siswi perempuan. Kemudian video terkahir terlihat diteriaki dan diterjang dan diinjak.

Sebelumnya, anggota DPRD OKU yang juga . Ketua Komisi I DPRD OKU, Ledi Patra memberikan kritikan keras terhadap kejadian yang telah menodai dunia pendidikan di Bumi Sebimbing Sekundang tersebut.

Menurutnya, atas kejadian tersebut tidak cukup hanya diselesaikan antara orang tua siswa, namun pihak sekolah khususnya Kepala Sekolah (Kepsek) harus dicopot dari jabatannya dan jajaran dewan guru dilakukan evaluasi atas kinerjanya.

“Kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Kepseknya harus dicopot, dan jajaran dewan guru juga harus dievaluasi, ” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Disdik OKU, Alfarizi saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya akan segera memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah.

“Sebenarnya masalah ini sudah dimediasi. Namun agar tak terulang lagi, saya akan beri sanksi tegas kepada pihak sekolah, ” tukasnya. (rob/nik/fin)