BUTUH KETEGASAN DAN EDUKASI

Lokasi semburan minyak mentah


Pengeboran Sumur Ilegal Timbulkan

Semburan Minyak, Ancam Ekosistem

SEMBURAN minyak terjadi di Jalan Nusantara Kampung Baru Kecamatan Keluang kabupaten Muba, pada Kamis (15/9) lalu. Hal ini terjadi karena aktifitas pengeboran sumur minyak secara illegal. Dari pantauan Palpos, semburan minyak tersebut terlihat lebih besar mengalir bak aliran sungai.

Kondisi ini jelas mengancam lingkungan sekitar eeqMinyak mentah tersebut diduga berasal dari tambang sumur minyak tradisional yang ada di daerah Desa Keluang, Kecamatan Keluang, Kabupaten Muba.

Kejadian tersebut diketahui Berawal dari sebuah video yang juga viral tersebut tampak tumpahan mirip minyak mentah mengalir deras dari sumber yang diduga berasal dari sumur bor tradisional.

Terlihat juga beberapa warga ikut mengambil minyak tersebut menggunakan alat seadanya dan memasukan ke dalam drum dan deriken. Ironisnya kondisi ini terkesan tidak direspon cepat warga sekitar. Pasalnya sejumlah warga yang dimintai tanggapannya terkait semburan minyak yang merusak lingkungan tidak begitu diprotes keras.

“Memang terasa menganggu namun mau gimana lagi. Ya inilah kondisinya, yang terpenting kita berharap adanya tindakan yang tepat dari pemerintah untuk bisa mengatasi hal ini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (19/9).

Senada dikatakan warga lainnya, yang berharap tidak terjadi kejadian yang lebih membahayakan dibanding tumpahan dari semburan minyak yang sudah menganggu lingkungan. “Jangan sampai masalah ini membesar namun saat ini, kondisi lingkungan sudah mulai stabil. Mudah-mudahan bisa cepat membaik. Kondisi ini nampaknya perlu sikap tegas dan edukasi dari pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Camat Keluang Debby Heryanto SSTP MSi menyebutkan, pihaknya bersama Forkopimcam dalam hal ini Danramil dan Polsek Keluang telah melakukan sterilisasi dan pengamanan di area sekitar semburan minyak.

“Kami telah melarang masyarakat untuk mendekati dan melakukan aktivitas pengambilan minyak serta menyiapkan alat berat untuk membuat kolam penampungan agar aliran minyak tidak lagi mengaliri ke sungai maupun pemukiman,”tandasnya. “Untuk pengamanan sudah dilakukan pemasangan garis polisi,” ungkapnya.

Fokus Buru Pemilik Sumur

Terkait kasus pengeboran minyak sumur illegal ini, Polres Muba dengan cepat mengamankan tiga pelaku pengebor tambang Ilegal diamankan. Selain melakukan proses penyidikan terhadap 3 tersangka, polisi kini fokus memburu pemilik sumur tersebut. Pasca peristiwa semburan minyak hingga 10 meter dan menggenangi lokasi kebun karet yang terjadi pada Rabu (14/9) sekira pukul 14.00 WIB.

Tim Satuan Reskrim Polres Muba bersama dengan Satuan Reskrim Polsek Keluang dan Dirkrimsus Polda Sumsel, Kamis (15/09) sekira pukul 18.00 WIB sebanyak tiga tersangka diamankan, yakni Robin, Karjaya Yusuf, Eka Candra dan Robin. Bersama tiga tersangka, turut disita alat untuk mengebor yakni satu unit besok rik, pipa panjang serta mata bor.

Kapolres Muba, AKBP Siswandi SIK, melalui Kabag OPS, Kompol Rivow Lapu, SIK didampingi Kasatreskrim, AKP Dwi Rio Andrian, Kasi Humas, AKP Susianto, Kapolsek Keluang, Iptu Kurniawan, mengatakan, ketiga tersangka yang diamankan itu setelah pihak Polres mendapatkan laporan dari masyarakat telah terjadi semburan minyak setinggi 10 meter dan menggenangi perkebunan warga sekitar.

“Adanya laporan tersebut, kita langsung cek lokasi bersama tim Babinkamtibmas, Polsek Keluang dan Sat Reskrim Polres Muba,” ujar Rivow.Setelah mendapatkan laporan, diketahui tiga orang tersangka lalu diamankan tanpa ada perlawanan. Tiga tersangka itu adalah Karjaya Yusuf, Eka Candra, dan Robin.

“Mengenai pemilik bor sumur minyak saat ini masih dilakukan pengejaran dan sudah diketahui identitasnya yakni CN, SL, NP dan BM,” ungkapnya. Selain itu lanjut Rivow, pihaknya sudah mengetahui pemilik lahan yakni WW, dan AM dan kini sedang diburu.

“Ketiga tersangka itu kita kenakan pasal 52 UU RI Tahun 2001 No 22 tentang Migas. Dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp 60 miliar,” jelasnya. Mengenai situasi di lokasi pengeboran saat ini, dikatakan Rivow, sudah terkendali, semburan minyak tidak ada lagi. Meski demikian tetap mengingatkan warga sekitar agar jangan menyalakan api. (omi)