BUTUH PERHATIAN YANG KOMIT

Para veteran pejuang yang mengikuti upacara Hari Pahlawan


Momen Peringatan Hari Pahlawan

MOMEN peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November 2022 kemarin, tentu menjadi hari yang penting bagi rakyat Indonesia baik secara nasional maupun daerah yang salah satunya di Sumatera Selatan (Sumsel),

Di mana dalam peringatan hari Pahlawan, kita tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan namun juga kita memberikan penghormatan dan apresiasi terhadap para veteran pejuang kemerdekaan yang juga berjasa dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdakaan.

Terkait momen hari pahlawan ini, sejaumanakah pemerintah dari dulu hingga sekarang memberikan penghargaan nyata kepada para legenda dan saksi sejarah perjuangan kemerdekaan tersebut. Sudah sesuaikah atau sudah layaklah jika dibanding dengan perjuangan yang telah mereka lakukan?.

Kadir (69), salah seorang LVRI Kota Palembang mengaku, bentuk perhatian pemerintah yang juga diapresiasi pihaknya adalah merehab makam pahlawan yang sekarang telah diperbarui dan langkah tersebut kata Kadir, membuat dirinya terharu dan mengucap syukur.

“Dengan adanya refitalisasi makam pahlawan ini, kami bangga kepada Gubernur karena perhatiannya bisa membangun dan menggugah masa-masa anak remaja yang akan datang.Kalau jaman dulu belum ada rehaban seperti ini, kami bangga dengan gubernur Sumsel karena telah mewujudkan permintaan kami,” tambahnya, Kamis (10/11)..

Masih dikatakan Kadir, jika hal ini juga harus menjadi contoh dan harus terus menjadi perhatian bagi Pemerintah.

“Jadi perlu dicontoh yang seperti ini, ini juga termasuk pengajuan promosi kita kepada gubernur. Karena LVRI untuk terus diperhatikan lah kira-kira, jangan seperti dulu. Jasadnya saja yang meninggal tapi kan jasa nya masih bisa diingat,” tandasnya.

Sedangkan terkait momen hari pahlawan, dikatakan Kadir tidak hanya bentuk memperingati perjuangan namun juga punya makna bentuk silaturahmi antar pejuang terdahulu yang masih ada. “Pahlawan ini adalah suatu pejuang murni, tanpa pamri berjuang demi negara dan bangsa. Dulu kan perjuangan itu dengan bambu runcing, bisa menang, bisa ngusir belanda dan jepang. Beda dengan jaman sekaeang yang sudah canggih,” ujar Kadir.

Dia mengatakan, dalam momen perjuangan, salah satunya menjadi pejuang perdamaian dunia PBB tahun 1977-1978 antara mesir dan Israel tersebut menyampaikan, bahwa dirinya sangat bangga dengan pejuang terdahulu karena banyak pengorbanan yang diberi demi kemerdekaan.

“Tapi salut kami dengan pejuang senior kami dulu, karena harta benda dan nyawa dikorbankan demi negara dan bangsa. Kalau tadi pas hormat senjata saja saya nangis karena saya sebagai penerusnya,” ucapnya. Dirinya kata Kadir, juga membeberkan, ada lima jenis veteran yang hadir saat melakukan upacara memperngati hari pahlawan.

“Kalau yang veteran ada lima macam, pejuang 45, trikora 62-63 irian, dwikiro 63-65 kalimantan, pembela seroja 75-76 di timor-timor, perdamaian dunia PBB antara mesir dan israel 77-78 (masuk di sini) waktu jaman masih ngebom,” bebernya. Kadir berpesan untuk pemuda pemudi sebagai penerus bangsa untuk terus mengingat dan mresapi perjuangan pahlawan terdahulu.

“Kita merasakan perjuangan orang tua terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan, makanya kepada adik-adik kami mohon pada hari pahlawan ini sama-sama meresapi perjuangan para orang tua kita dulu,” imbuhnya.

Selain itu, Kadir juga mengingatkan pesan bung karno terdahulu kepada para pemuda pemudi, yakni Jasmerah.

“Seperti kata bung karno, Jasmerah jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kami juga berterima kasih pada adik-adik semua, jaman sudah canggih, sudah pintar semua, kami doakan adik-adik sukses kedepan,” katanya.

Terpisah, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Muba, Musni Wijaya SSos MSi, bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan Amanat Menteri Sosial RI Tri Rismaharini. Hari Pahlawan setiap tahun diperingati dengan renungan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kembali jejak para Pahlawan dalam hidup kita sebagai Bangsa dan Negara Merdeka.

“Hari ini pun kita berada dalam perjuangan besar menaklukkan ancaman dan tantangan yang nyata- nyata berada di hadapan kita. Pemanasan global yang memicu beragam bencana alam, serta kelangkaan pangan, energi dan air bersih, kiranya perlu kita persiapkan dengan sungguh-sungguh. Marilah kita bergerak bersama dan maju bersama dengan tekad untuk menang. Sekali Merdeka, Tetap Merdeka,” ujar Musni.

Untuk itu lanjutnya, pemerintah juga terus mengembangkan dan memanfaatkan energi baru dan terbaharukan. “Melakukan Pengembangan Sumber Pangan berbasiskan potensi dan kearifan lokal, sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pangan dan memperkuat keragaman pangan,” ingatnya.

Ditambahkannya, pada peringatan Hari Pahlawan 2022 diharapkan dapat terus memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus Bersatu. “Dan membantu sesama tanpa memandang sekat. Janganlah kita mau untuk dipecah belah, ingatlah Seloka Bhinneka Tunggal Ika,” tandasnya.

Dari OKU Timur, juga dilaksanakan peringatan upacara di makam pahlawan Jurai Komering Sakti, Kamis (10/11). Hadir langsung Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, S.T. dan H.M. Adi Nugraha Purna Yudha serta jajaran plus pejabat Forkopimda OKUT. Usai upacara, Bupati dan Wakil Bupati beserta Forkopimda melakukan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan.

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian tali asih dalam bentuk bingkisan kepada pejuang kemerdekaan seperti Veteran, Pepabri, Warakauri dan Wredatama.

Mewakili Bupati, Wabup Yudha saat diwawancarai awak media menyampaikan, apa yang telah dilakukan oleh pahlawan bisa menjadi semangat kita terutama kaum muda dalam bekerja dan menuntut ilmu. “Kita patut mencontoh semangat para pahlawan kita yang pantang menyerah hingga titik darah penghabisan, itu kita bisa diterapkan dalam kehidupan keseharian kita” ungkap Yudha.

Yudha berpesan kepada generasi muda di zaman serba digital untuk lebih mengenal para pahlawan yang telah berjasa untuk kita, untuk Indonesia.“Di era digital ini mari sama-sama kita mengingat, kita pelajari kembali orang-orang hebat yang telah berjuang untuk Indonesia, kita bisa sehebat sekarang karena pahlawan kita telah berjuang sebelumnya,” ucapnya. (rob/tia/omi/ (ard)