Cara Mencegah HIV/AIDS


SPESIALIS
penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (Kanker) dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus penemu kasus HIV pertama di RI pada 1980-an, Prof Zubairi Djoerban, menjabarkan cara pencegahan HIV. Menurutnya, kuncinya adalah ‘ABCD’.

A adalah absistensi (tidak berhubungan seks di luar pernikahan), B adalah ‘Be Faithful’, C adalah penggunaan ‘Condom’, dan D adalah ‘Say not to Drugs’.

“Dalam hubungan seksual, tentu penularannya yang pertama kalau tidak hubungan seksual ya nggak tertular. Yang kedua, be faithful, setia pada pasangan suami atau istri. Kemudian C ‘condom’ kalau untuk hubungan seksual yang di luar pernikahan. D-nya adalah ‘Drugs’ atau say no to drug. Jangan katakan sekali-kali pada drug narkotika,” jelasnya kepada wartawan di Gedung PB IDI Dr R Soeharto, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Ia juga menyorot faktor pergaulan dan ekonomi di balik temuan ratusan kasus HIV. Terlebih, temuan KPA tersebut menyeret kelompok mahasiswa yang ada pada usia 17-24 tahun.

“Perilaku yang baru ingin mencoba narkotik, terpengaruh teman ingin mencoba pengalaman seksual,” kata Prof Zubairi.

Tak hanya itu, dari faktor ekonomi banyak sekali remaja-remaja yang kurang beruntung memerlukan dukungan ekonomi. Hal ini yang membuat timbul prostitusi anak.

Prof Zubairi mengatakan, terdapat setidaknya empat cara penularan HIV yakni melalui hubungan seksual, penggunaan narkotika, kehamilan (dari ibu ke anak), dan transfusi darah.

“Satu adalah dari hubungan seksual baik laki-perempuan, laki-laki ke laki-laki. Kemudian yang kedua adalah penggunaan narkotika. Ketiga adalah dari ibu hamil yang positif ke bayinya. Yang keempat adalah transfusi darah walaupun sekarang risikonya sedikit karena sudah diuji saring,” jelasnya.(chy)