Ciptakan Drone Pemadam Kebakaran

Pembina pembuat Drone, Teguh Santoso didampingi siswanya dari SMK Penerbangan Sriwijaya memperlihatan terobosan mereka yakni drone pesawat pemadam kebakaran yang memakai serbuk kulit singkong sebagai pemadam api. Foto Ist


Dari Serbuk Singkong

PALEMBANG – Kebakaran lahan di Sumatera Selatan sangatlah tinggi, untuk itu SMK Penerbangan Sriwijaya berupaya membantu Pemerintah dalam menanggulangi kebakaran. Dengan terobosan menciptakan drone pemadam kebakaran yang memakai serbuk kulit singkong sebagai pemadam api.

Pembina pembuat Drone, Teguh Santoso mengatakan, pembuatan drone pemadam kebakaran dirinya membuat tim yang terdiri dari enam orang. Dari tim ini memiliki tugas masing masing yang telah di bagi.

“Drone yang dirancang untuk memadamkan api, berupa serbuk yang bahannya dari kulit singkong yang diolah menjadi serbuk,” paparnya.

Teguh menjelaskan cara kerja drone yang diciptakan ini agar api dapat padam, yakni serbuk singkong diletakkan di bawah drone yang sudah dirancang dengan metodenya menjatuhkan pada titik sasaran yang akan ditujuh.

“Nanti bahan tersebut akan meledakkan, sehingga api tersebut akan padam,” jelasnya

Saat ditanya mengenai jarak dari atas dan kebawah santoso mengatakan karena ini masa percobaan jadi jaraknya masih skala kecil karena bentuknya masih Protek.

“Ke depan akan kita kembangkan lagi. Sehingga bisa memadamkan apid ari jarak jauh,” harapnya.
Mengenai biaya yang dikeluarkan selama dua bulan proses pembuatan drone tersebut lebih dikisaran Rp4 jutaan.

“Semoga produk drone ini bisa diterima, karena ini masih dalam uji kelayakan, namun jika ada tanggapan positip dari berbagai pihak, maka pembuatan drone ini akan dikembangkan lagi,” tutupnya.

Dalam upaya membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menanggulangi kebakaran SMK Penerbangan Sriwijaya membuat terobosan dengan menciptakan drone pesawat pemadam kebakaran yang memakai serbuk kulit singkong sebagai pemadam api.

Teguh santoso selaku pembina pembuat Drone mengatakan, pembuatan drone pemadam kebakaran dirinya membuat tim yang terdiri dari 6 orang. “Dari tim ini memiliki tugas masing masing yang telah di bagi,” terangnya.

Dikatakannya, drone yang dirancang untuk memadamkan api, bahan memadamkan api itu adalah berupa serbuk yang bahannya dari kulit singkong

“Cara kerja drone yang diciptakan ini agar api padam yakni serbuk singkong diletakkan di bawah Droune yang sudah dirancang dengan metodenya menjatuhkan pada titik sasaran yang akan ditujuh. Nanti bahan tersebut akan meledakkan, sehingga api tersebut akan padam,” jelasnya

Saat ditanya mengenai jarak dari atas dan kebawah santoso mengatakan karena ini masa percobaan jadi jaraknya masih skala kecil karena bentuknya masih Protek, nanti akan kita kembangkan lagi.

Mengenai biaya yang dikeluarkan selama dua bulan proses pembuatan drone tersebut lebih kurang baru 4 juta an

“Kalau memang produk drone ini bisa diterima sebab sekarang ini maaih dalam uji kelayakan, namun kalau ada tanggapan positip dari berbagai pihak, maka pembuatan drone ini akan dikembangkan lagi,” tutupnya. (nik)