Dari Doa Menuju Energi Bersama Kilang Pertamina Plaju


PALEMBANG
– Bekerja di kilang minyak memang memiliki risiko yang berbeda, selain harus memiliki keterampilan teknis mumpuni, pekerja juga wajib tahu dan memahami ihwa keselamatan kerja. Selain itu, dukungan keluarga dan juga doa yang terus diingatkan dan dipanjatkan demi energi di negeri ini.

Untuk itu, koran ini mencoba mendatangi salah satu pekerja Kilang Pertamina Internasional (KPI) Rifenery Unit (RU) III Plaju, yang merupakan kilang tertua di Indonesia. Pria tersebut bernama Mohammad Imam Fadli, anak Desa Meranjat, Kabupaten Indralaya, Sumatera Selatan.

Pria yang lahir pada 1995 silam ini menjadi keluarga KPI RU III sejak 2013. Menurutnya, banyak cerita dan pengalaman yang dia hadapi selama 9 tahun bekerja di kilang yang tua- tua keladi makin tua makin jadi itu.

Fadli mengungkapkan sangat bangga bisa menjadi bagian dari Kilang Pertamina Inetrnasional Rifenery Unit III ini. Karena tidak mudah untuk dapat bekerja dikilang, butuh tahapan seleksi mulai dari tes psikotes, tes interview, tes Kesehatan dan banyak lagi tahapan tes yang wajib diikuti yang memang sangat ketat.

“Saya dapat informasi untuk bisa bekerja di kilang ini melalui surat kabar saat itu. Ya memang saya paham dan tahu jika kerja di kilang penuh tantangan dan risiko besar, dan keluarga saya di Meranjat itu hingga saat ini selalu berpesan ingat doa sebelum berangkat kerja,” paparnya. (9/11).

Karena menurut keluarga khususnya orang tua saya, semua langkah itu dimulai dari doa. Terlebih saya merupakan pegawai perusahaan kilang yang akan menyalurkan energi bagi negeri ini.

“Tidak hanya itu saja, keluarga juga berpesan bekerjalah dengan iklhas jujur, dan aturan yang ada sehingga dapat melaksanakan pekerjaan ini dengan baik. Pesan ini juga saya terapkan salama saya bekerja,” ujarnya.

Karena memang peralatan dan juga kondisi kilang memang mempunyai tantangan sendiri, namun Ia Bersama pekerja lainnya sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan dibekali dengan langkah keamanan serta pengetahuan prosedur dan langkah- langkah dalam bekerja.

“Situasi berbahanya tentu ada dihadapi misalkan ada pipa bocor atau pompa yang bocor. Ini emergency (darurat red), tapi kita sudah dibekali dengan langkah bagaimana mengatasi situasi tersebut, karena apsek HSEE utama kita lakukan,” tuturnya.

Maka wajar jika KPI RU III kerap meraih pengargaan keselamat kerja seperti baru ini meraih penghargaan catatan lebihd ari 113 juta jam kerja aman dari kementrian ESDM. Serta dihujani beberapa penghargaan lainnya. Seperti sederet Refinery Award, APQA di 2022 lainnya yang memang patut diacungi jempol.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju – Sub Holding Refining & Petrochemical Pertamina Siti Rachmi Indahsari mengungkapkan, Kilang Pertamina Plaju telah menunjukkan komitmen dalam penerapan standar tertinggi mengenai HSSE untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan pekerja, serta mempersiapkan dan merespon keadaan darurat untuk mencegah kecelakaan besar di seluruh area kerja unit operasi dan proyek.

“Kilang yang beroperasi dengan risiko tinggi ini juga telah mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) kedelapan yakni melindungi hak-hak tenaga kerja dan mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan terjamin,” jelas Rachmi.

Kilang yang berdiri sejak 1904 oleh shell dengan kapasitas 110 MBSD ini terus beroperasi hingga meraih rekor muri. Selain itu juga kilang minyak Sungai Gerong yang berada di sekitar Sungai Gerong Banyuasin Sumatera Selatan, yang didikiran oleh Stanvac dari Amerika Serikat pada 1926 yang juga masih bertahan hingga saat ini.

“Kilang Plaju ini berfusngi untuk menampung minyak mentah dari Prabumulih, Pendopo dan sekitarnya. Kemudian minyak- minyak itu diolah menjadi bahan bakar siap pakai yang digunakan militer Belanda,” terangnya.

Ketika perang dunia kedua berkecambuk, keberadaan kilang Plaju ini sangat dibutuhkan. Karena menjadi kilang minyak terbesar se Asia Tenggara, yang juga menjadi keunggulan bagi Sumatera Selatan dan Indonesia.

“Ada beberapa produk unggul yang lahir dari kilang Plaju yakni bahan bakar nabati mesin diesel B30, Avtur, Pertamax, Dexlite, Elpiji, Musicool, Breeezon dan Polytam yang merupakan produk petrokimia premium industry plastic,” tutupnya. (nik)