Deadline Dua Tahun Bangun Jalur Khusus


Riswandar – Pj Sekda Muara Enim

BANYAKNYA dan kerugian masyarakat terhadap keberadaan dan aktivitas angkutan batubara yang sangat meresahkan, Pemkab Muara Enim ultimatum kepada seluruh perusahaan pertambangan batubara untuk segera membuat jalan khusus batubara sendiri dan tidak lagi menggunakan jalan umum.

“Kami berikan waktu paling lama dua tahun dari sekarang untuk serius membangun jalan khusus batubara tersebut. Kami tidak ingin gara-gara angkutan batubara Kabupaten Muara Enim menjadi tidak kondusif,” tegas Pj Sekda Muara Enim H Riswansar SH MH, Minggu (20/11).

Dikatakan Riswanda setelah mendengar masukan dan keluhan dari berbagai pihak, akhirnya diambil kesimpulan angkutan batubara suka tidak suka wajib membuat jalan khusus batubara sendiri. Sebab jika tidak dipaksakan sampai kapan angkutan batubara melintas di jalan umum. Sebab jika melihat intensitas angkutan batubara setiap hari semakin banyak dan tentu dampaknya sangat banyak mulai dari debu, macet, lakalantas, kesehatan dan sebagainya.

Sedangkan keuntungan bagi masyarakat kata Riswandar, hampir tidak ada sama sekali dan yang pasti jalan khusus batubara tersebut memang ada aturannya dan wajib.

“Kita berikan waktu paling lama dua tahun, seluruh angkutan batubara tidak boleh melintasi jalan umum kecuali melintas (crossing),” tegasnya.

Masih dikatakan Riswandar, dari rapat sebelumnya, bahwa salah satu perusahaan batubara yakni PT BAS sudah berupaya membuat jalan khusus batubara sepanjang 17 km untuk menuju jalan khusus batubara PT Titan, namun permasalahannya sepanjang 17 km tersebut ada beberapa kilometer lahannya masuk dalam IUP PTBA, sehingga progres mereka terhenti.

Untuk itu, kata dia, pihaknya telah meminta PT BAS untuk membuat laporan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait serta akan membantu mengurusnya hingga tingkat Kementrian jika memang diperlukan sehingga permasalahan tersebut tuntas.

“Nanti jalan khusus batubara yang melintasi IUP PTBA, bila perlu dipagar sehingga hanya kendaraan angkutan batubara saja yang bisa melintas,” tukasnya. (ozi)