Delik Aduan

Sulyaden


Sulyaden – Praktisi Hukum

KEKERASAN Dalam Rumah Tangga (KDRT)  masih marak terjadi dengan beragam faktor penyebabnya. Menurut praktisi hukum, Sulyaden KDRT telah termasuk dalam Undang-Undang No.23 Tahun 2004.

“Pada prinsip sebagaimana diatur dalam pasal 4 huruf D Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004, disebutkan bahwa tujuan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga adalah untuk memelihara keutuhan rumah tangga harmonis dan sejahtera. Dengan demikian jelas maksud dari Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga tersebut,” jelasnya saat diwawancarai, kemarin.

Seperti perkara yang saat ini sedang viral, kasus artis Lesty Kejora yang mengalami KDRT dan diduga dilakukan oleh suaminya Rizki Bilar sudah memasuki proses penyelidikan oleh aparat kepolisian. Namun, laporan tersebut telah dicabut oleh korban.

Menurutnya, laporan tersebut memang dapat dicabut oleh pelapor seperti yang disebutkan dalam pasal 51 Undang-Undang No.23 Tahun 2004.

 “Laporan KDRT tersebut dicabut oleh si pelapor atau Lesti Kejora hal tersebut memungkinkan karena dalam pasal 51 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 diterangkan, bahwa KDRT yang bersifat fisik merupakan delik aduan, dengan demikian laporan yang dilakukan oleh Lesti Kejora terhadap suaminya memungkinkan untuk dicabut,” terangnya.

Selain itu juga, untuk pelaku KDRT bisa dikenakan ancaman pidana berupa kurungan penjara dan denda.

“Sedangkan untuk ancaman pidana  bisa berupa kurungan dan denda, hal ini beragam jenis hukuman tergantung jenis pelanggarannya apa, dan hal tersebut diatur dalam pasal 44 ,45, 46, 47, 48, 49 dan 50,” tutupnya. (tia)