Diberhentikan dari Keanggotaan


Firdaus Cik Olah – Ketua DPD Partai Golkar Mura

PASCApenetapan Fuat Cs sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba oleh Polres Lubuklinggau, DPD Partai Golkar Mura, langsung mengambil sikap tegas dengan melakukan pemecatan terhadap oknum anggotanya itu.

Pemecatan Fuat diumumkan sendiri oleh Ketua DPD Partai Golkar, Firdaus Cik Olah (FCO), dalam jumpa pers di kantor Partai Golkar Mura, Jalan Garuda, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, Rabu (9/11).

Menurut FCO, keputusan pemberhentian Fuat tersebut terpaksa diambil dalam rapat yang dilakukan pasca pihaknya menerima rilis dari Polres Lubuklinggau yang menyatakan oknum F sebagai tersangka dalam kasus penyalagunaan narkotika.

“Atas penetapan tersangka ini kami Partai Golkar Musi Rawas memberhentikan saudara Fuat dari keanggotaan Partai Golkar,” tegasnya.

Pemecatan Fuat itu, dijelaskan FCO, sesuai Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (AD dan ART) Partai Golkar. Dimana ada dua sanksi yang harus dijalani oleh anggota yang melakukan pelanggaran yakni saksi etik dan sanksi pidana. Pemecatan merupakan Sanksi etik, sedangkan sanksi pidana itu sesuai proses hukum dan diputuskan oleh pengadilan.

“Ini berlaku untuk semua anggota yang melakukan pelanggaran, bukan hanya kepada saudara Fuat,” katanya.

Selanjutnya, dikatakan FCO, pemberhentian Fuat oleh DPD Partai Golkar Mura, akan disampaikan ke DPW dan ke DPP Partai Golkar.

“Karena yang berhak mengeluarkan keanggotaan itu DPP, tetapi kami DPD Partai Golkar sudah memberhentikan saudara Fuat”, jelasnya.

Selain melakukan pemecatan, dihari yang sama DPD Partai Golkar juga melakukan tes urine terhadap seluruh anggota Fraksi Golkar di DPRD Mura.

Langkah itu diambil sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk membersihkan nama partai yang sempat tercemar oleh perbuatan oknumnya.

“Total anggota yang ada di Fraksi tujuh orang termasuk saudara Fuad,” ujarnya.

Namun, dari tujuh itu satu diantaranya yakni Rosa tidak bisa datang karena yang bersangkutan orang tuanya sedang sakit di Lampung, dan satu lagi Fuad oknum yang saat ini tersandung kasus narkoba di Polres Lubuklinggau.

“Ada delapan orang yang melakukan tes urine, lima dari anggota fraksi ditambah dengan anggota DPD Partai Golkar Mura lainnya,” terang FCO.

Dihari yang sama juga dilakukan penandatanganan fakta integritas yang menyatakan siap diberhentikan bila terlibat dalam kasus narkoba ataupun kasus asusila, atau kasus yang melanggar norma lainnya.

Mengenai PAW, Fuad, sebagai anggota DPRD dari P Golkar, dijelaskan FCO, itu akan diproses sesuai mekanisme yang ada.

“Karena Fuat di DPRD mewakili kursi dari Golkar, tentu akan dilakukan juga proses PAW kepada yang bersangkutan,” ujar FCO. (yat)