Dilaporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Anies Baswedan


JAKARTA –
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Rahmat Bagja menyebutkan bahwa hasil laporan terkait kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2024 yang melibatkan Anies Baswedan dan pendukungnya akan diumumkan pada Jumat (30/09).

Nantinya laporan tersebut akan dicek terlebih dahulu apakah laporan tersebut memenuhi syarat atau tidak.

“Kalau demikian tentu nanti kami mempuanyai waktu dalam 3 hari ini untuk mengecek apakah laporan ini telah memenuhi syarat atau belum memenuhi syarat,” ujar Rahmat Bagja saat dikonfirmasi Disway.id (grup Palpos), Selasa (27/09).

Pria yang akrab disapa Bagja ini mengatakan bahwa nantinya akan dicek terlebih dahulu terkait syarat formil dan materi

Jika tidak memenuhi syarat serta alat bukti, maka akan diberi waktu perbaikan untuk dokumen laporannya tersebut.

 “Kalau perbaikan itu kita periksa masih tetap tidak memenuhi syarat materil dan formil tentu kita tidak lanjutkan,” jelas Bagja.

“Kalau memenuhi kita lanjutkan ke dalam proses, apakah pidana? apakah administrasi? apakah kode etik?,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa Anies Baswedan tidak terlalu ambil pusing terkait kabar yang menyeret namanya itu.

Ia justru tampak bingung seperti baru mendengarnya pertama kali dari media.

 “Ya? Memang ada laporan itu?,” tanya Anies dengan nada yang bingung kepada media, Selasa, 27 September 2022.

Tidak hanya itu, ia pun juga enggan memikirkannya dan hanya ingin fokus dengan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta mengingat pada 16 Oktober 2022 jabatan tersebut akan dilepas olehnya.

“Saya ngurusin Jakarta dulu deh baru ngurusin yang lain,” jawab Anies dengan santai.

Adapun laporan itu sendiri dilakukan oleh Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi. Aduan ini dilayangkan karena kasus dugaan pelanggaran pemilu atas penyebaran tabloid dengan sampul majalah bergambar Anies Baswedan.

Kornas Sipil Peduli Demokrasi, Miartiko Gea mengatakan bahwa penyebaran tabloid KBAnewspaper ini dianggap sebagai kampanye terselubung yang dilakukan oleh Anies dan pendukungnya.

 “Kami dari Kornas PD, Koordinasi Nasional Sipil Peduli Demokrasi menganggap bahwa ini masuk dalam kategori pelanggaran Pemilu,” kata Kornas Sipil Peduli Demokrasi, Miartiko Gea saat di Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

Dengan adanya laporan tersebut, dirinya berharap kepada Bawaslu RI untuk segera memproses laporan tersebut agar tidak ada kejadian yang serupa.

 “Tentu dengan peristiwa ini kami berharap bahwa Bawaslu mempercepat atau memproses laporan kami ini untuk tujuannya adalah agar ke depan tidak terjadi atau tidak terulang peristiwa serupa di kemudian hari,” tandasnya.

Sementara itu, Anies Baswedan menanggapi terkait laporan dugaan pelanggaran Pemilu 2024 yang melibatkan dirinya serta pendukungnya. Dugaan pelanggaran Pemilu 2024 yang dilaporkan oleh Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi itu ditanggapi santai oleh Anies Baswedan.

Setelah mendengar kabar tersebut, Anies pun tidak terlalu ambil pusing dan dirinya hanya akan fokus kepada DKI Jakarta. (disway.id)