Disdik Minta Sekolah Awasi Jajanan Siswa

Ahmad Zulinto, Kepala Dinas Pendidian Palembang


PALEMBANG
– Melihat beredarnya jajanan disekolah yang dinilai tidak layak konsumsi, serta adanya keluhan wali murid ke Dinas Pendidikan Kota Palembang. Maka Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang angkat bicara serta meminta pihak sekolah lebih ketat mengawasi jajanan siswa di sekolah.

Zulinto mengatakan, pihaknya akan memanggil Kepala sekolah untuk dapat memperketat pengawasan jajanan siswanya.

“Saya mendapat aporan jika ada wali siswa yang mengeluh jajanan anaknya disekolah yang dinilainya membahanyakan kesehatan, Kejadian ini seharusnya yang bertanggung jawab si penjual jajan itu, namun Kepala sekolah dan guru seharusnya selalu menghimbau kepada siswa/i agar membeli jajanan jangan sembarangan yang mengandung bahan pormalin, pewarna yang mengandung zat kimia,” tegasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga harus memastikan makan yang dikonsumsi oleh para siswa/I layak dan aman untuk dikomsumsi oleh para pelajar.

“Pihak sekolah juga untuk mengarahkan anak – anak kalu mau membeli jajanan di kantin sehat yang ada di lingkungan sekolah  makanan apa yang baik untuk dikomsumsi oleh pelajar sehingga tidak ada lagi kejadian seperti siswa keracunan seperti ini,”ujar Zulinto.

Sekolah yang memiliki kantin sehat, selain tugas lain dalam hal piket kepala sekolah bias menugaskan guru  secara bergiliran guna memantau jajanan tersebut apakah layak untuk dikonsumsi bagi siswa/i dan  yang tidak layak supaya peristiwa ini tidak  terulang kembali.

Zulinto berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bagi sekolah-sekolah lainnya. Pihaknya memperingatkan agar sekolah harus memiliki kantin sehat sehingga jajanan atau makanan yang dijual dapat dipantau oleh pihak sekolah. “Apakah kondisi makanan ataupun minuman yang dijual di kantin sehat pun harus makanan yang tidak mengandung bahan pengawet yang bisa merusak kesehatan siswa,”ungkapnya.

Sementara itu, wali Siswa Santi mengatakan jika anaknya nyaris saja mengkonsumsi permen yang dinilainya tidak layak konsumsi. Baik dari bentuk serta merek yang tidak Ia kenal. “Permen itu dibeli anak saya disekolah,” paparnya.

Kekhawatiran Ia berawal dari ditemukannya pesan singkat di Group Whatsapp sekolah anaknya dimana guru menghimbau siswanya untuk tidak jajan sembarangan disekolah. “Karena menurut orang tua teman anak saya baru ini ada yang keracunan jajanan,” papar wali siswa Sekolah Dasar yang ada dikawasan Sako.

Kejadian keracuanan tersebut terjadi sudah 1 minggu yang lalu diduga  setelah pelajar tersebut menyantap  mie merknya tidak jelas dimasak didalam kantong plastik lalu diberi air hangat dari pedagang yang secara diam – diam berjualan diluar lingkungan sekolah.

“Di jam istirahat anak itu tidak jajan dikantin sekolah, dia justru jajan diluar sekolah pedagang yang menjaja jajannya dibelakang sekolah. Pihak sekolah sudah menutup dan menegur pedagang tapi masih saja membandel makanya saya ingin Kepala Dinas Pendidikan mengambil tegas hal ini,” tutupnya. (nik)