DPC Demokrat Prabumulih Tolak Kenaikan BBM

Ketua DPC Partai Demokrat Prabumulih Deni Victoria SH MSi (pegang mik) didampingi pengurus dan kader saat menyampaikan penolakan kenaikan BBM bersubsidi.
Ketua DPC Partai Demokrat Prabumulih Deni Victoria SH MSi (pegang mik) didampingi pengurus dan kader saat menyampaikan penolakan kenaikan BBM bersubsidi.

Prabumulih, Palpos.- Pasca ditetapkannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah pusat, gelombang aksi penolakan terhadap kebijakan tersebut terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat.

Penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi itu juga disuarakan dengan lantang, oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Prabumulih, Deni Victoria SH MSi. Deni Victoria yang akrab disapa DV ini dengan lantang mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih lemak akibat dampak pandemi covid-19 sangatlah tidak tepat.

“Kenaikan BBM saat ini jelas sangat membebani masyarakat, banyak masyarakat yang menjerit karena dampak dari kenaikan BBM sangatlah besar,” ungkapnya.

Dikatakannya, dengan kenaikan harga BBM tersebut berpotensi pada kenaikan harga sembako karena dampat dari biaya logistik (angkutan) dari tempat produksi ke pasar.

“Karena itulah kami menilai, keputusan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi saat ini belum lah tepat. Mestinya pemerintah harus arif dan bijaksana dalam menetapkan kenaikan BBM bersubsidi, karena saat ini ekonomi masyarakat pasca pandemi covid-19, sedang tidak baik-baik saja,” tuturnya.

Lebih lanjut DV berharap pemerintah pusat bisa mengkaji ulang keputusan menaikkan harga BBM tersebut. “Kenaikan ini dinilai kurang tepat didasari dari beban masyarakat yang saat ini masih sangat berat,” imbuhnya.

Senada disampaikan, Anggota DPRD Kota Prabumulih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Mat Amin. Secara tegas Mat Amin mengatakan, pihaknya menolak kenaikan harga BBM dengan alasan ekonomi masyarakat baru akan pulih.

“PKS di rapat DPR RI jelas menolak rencana kenaikan BBM, kita juga menolak. Karena kondisi saat ini atau pasca wabah Corona perekonomian baru hendak bangkit,” tegasnya. (abu)