Dua Rumah di Rupit Ludes

Dua rumah tinggal puing pascajilat api, Sabtu (19/11). foto : ist


MURATARA
–  Si jago merah melalap habis dua rumah di Desa Maur Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sabtu (19/11), sekitar pukul 01.00 WIB.

Kobaran api muncul dari salah satu rumah milik warga bernama H Dahir (60), yang diduga berasal dari percikan korsleting listrik, lalu menyambar dinding dan plafon yang terbuat dari kayu.

Korban saat itu tengah tertidur lelap mendadak bangun setelah tersesak kepulan asap di dalam rumah dan sudah merambat hingga ke plafon rumah. H Dahir berusaha membangunkan seluruh keluarganya yang saat itu masih tertidur.

Rumah itu dihuni tiga orang yakni H Dahir, Tomo dan Rofik. Api semakin cepat menjalar ke permukiman Desa Maur Lama yang terletak di seberang aliran sungai Rupit dan hanya bisa dilalui menggunakan jembatan gantung itu.

Akibat pristiwa itu, dua rumah milik H Dahir dan M Rodi (70), dan dua rumah lainnya yakni milik Firmansyah (50), dan Hj Salma alami kerusakan berat. Serta tiga rumah warga lainnya milik Idaham, Argani dan Johan rusak ringan.

H Dahir mengaku, tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang berharaga miliknya. Dia hanya tertunduk lesu sembari melihat puing puing rerutuhan bangunan. “Habis galo katek siso,” ungkapnya sedih.

Kepala Desa Maur Lama Muhammad Sa’ad, membenarkan kejadian tersebut. “Kalau yang habis total itu dua rumah, kalau yang lain ada juga yang terdampak. Rumah yang habis terbakar milik Rodi dan rumah H Dahir, total kerugian ratusan juta,” ucapnya.

Dirinya mengaku, perjuangan warga untuk memadamkan kobaran api cukup berlangsung lama, sekitar dua jam lebih. Itu karena posisi lokasi kebakaran tidak bisa mendapatkan bantuan dari Damkar.

“Jalan ke desa kita hanya jembatan gantung, jadi cuma pakai peralatan manual untuk memadamkan api,” bebernya.

Untuk sementara sejumlah korban dievakuasi dan diungsikan kesejumlah rumah milik warga dan juga kerabat korban. Pihaknya berharap, ada upaya pertolongan lanjutan terhadap korban dari sejumlah pihak untuk membantu meringankan beban korban.

Sementara, Kepala BPBD Muratara H Zainal Arifin menjelaskan tim dari Pusdal Ops BPBD Muratara sudah melakukan pengecekan lokasi kebakaran dan melakukan beragam pendataan.

“Kami sudah laporkan kejadian bencana itu ke pimpinan dan sejumlah pihak terkait lainnya. Informasi yang kami dapat, pemicu kobaran api diduga dari korsleting listrik,” timpalnya. (zul/SE)