Dua Tersangka Dana Hibah Bawaslu OI Diperiksa

Tersangka Herman Fikri dan Romi diperiksa penyidik Kejari Ogan Ilir, kemarin. Foto : isro Antoni-palpos


INDRALAYA
-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir kembali  memeriksa dua tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tahun 2020.

Pemeriksaan berlangsung di ruang penyidik Pidus Kejari Ogan Ilir, kemarin.

Kedua tersangka yang diperiksa oleh Tim Penyidik Pidsus Kejari Ogan Ilir masing-masing mantan Koordinator Sekretariat Bawaslu Ogan Ilir, Herman Fikri dan Operator Administrasi Bawaslu Ogan Ilir, Romi.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Ogan Ilir, Ario Apriyanto Gopar mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Herman Fikri dan Romi adalah untuk pertama kalinya setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah penyelenggaraan Pilkada pada Bawaslu Tahun 2020.

“Saat ini kedua tersangka masih dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik. Baru seperempat pertanyaan, mungkin pemeriksaannya sampai sore,” kata Ario.

Hasil pemantauan, pemeriksaan  Herman Fikri dan Romi dilakukan sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Keduanya sempat terlihat berada di pelataran kantor Kejari Ogan Ilir sekitar pukul 13.00 WIB untuk istirahat sebentar.

Tersangka Romi  didampingi oleh sejumlah kuasa hukum yang diketuai pengacara kondang  Titis Rahmawati.  Kepada wartawan, Titis membenarkan melakukan pendampingan terhadap tersangka Romi. Namun, dirinya belum bersedia memberikan keterangan dengan alasan pemeriksaan masih berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Ogan Ilir telah menetapkan tiga tersangka terhadap kasus korupsi dana hibah penyelenggaraan Pilkada pada Bawaslu tahun 2020. Ketiga tersangka tersebut, yakni, Aceng Sudrajat, Herman Fikri, dan Romi. Adapun kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 7,4 miliar.(sro)