Efek Buruk Nonton Video Porno, Paman Perkosa Keponakan


MURA
– Diduga lantaran sering nonton film dewasa atau video porn. Seorang paman tega memerkosa keponakan sendiri. Pelaku diketahui berinisial AB (14), warga Kabupaten Musi Rawas.

Sementara korbannya adalah WN (12), yang tinggal satu rumah dengan pelaku. Akibatnya korban  mengalami trauma dan mengadukan apa yang dialaminya kepada sang ibu.

Aksi bejat sang paman terjadi di rumah kakek korban atau orang tua tersangka, Jumat (2/9), sekitar pukul 23.00 WIB. Atas kejadian itu, ibu korban membawa masalah tersebut ke jalur hukum dan melaporkan sang adik ke Polsek Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas.

Tersangka  langsung diserahkan ke Polsek STL Ulu Terawas.  Senin (5/9), sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Landak Satuan Reskrim Polres Mura mengamankan tersangka ke Mapolres.

Kapolres Mura, AKBP Achmat Gusti Hartono melalui Kasatreskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat, dalam releasenya, Rabu (7/9), menjelaskan kronologis kejadiannya. Berawal malam itu tersangka menonton Vidio porno melalui ponsel miliknya.

Saat menonton muncul birahi tersangka dan tersangka tidak dapat mengendalikan nafsu setan di dalam dirinya. Sehingga tersangka yang nonton di dalam kamarnya langsung keluar dan masuk ke kamar korban.

Korban yang saat itu sedang lelap tidur tidak mengetahui tersangka masuk ke kamarnya. Tiba-tiba tersangka langsung menutup mulut korban dengan tangannya dan memperkosa korban.

Korban yang terbangun karena kaget dengan apa yang diperbuat oleh pamannya hanya bisa menangis kesakitan. Setelah puas, tersangka langsung keluar kamar korban dan kembali masuk ke kamarnya. Kejadian itu kemudian diadukan korban kepada ibunya.

“Saat ini korban masih trauma dan  kesakitan, korban juga masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit,” ujar Dedi.

Sementara tersangka lanjutnya, sudah diamankan ke Mapolres Mura. Selain mengamankan tersangka polisi juga telah menyita Barang Bukti (BB) berupa  baju kaos lengan panjang warna pink motif boneka, celana kaos panjang warna pink, dan celana dalam warna pink motif boneka.

“Tersangka melanggar pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun pelaku masih anak di bawah umur bisa dikenakan sepertiga dari ancaman hukuman,” tutupnya. (yat)