Faktor Cuaca dan Ongkos Kirim Naik


Ismaidi Chaniago – Ketua AMPSS

KENAIKAN harga telur disebabkan perubahan cuaca dan kenaikan harga ongkos kirim yang disebabkan oleh kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Masyarkat Peternak Sumatera Selatan (AMPSS) Ismaidi Chaniago saat dihubungi Palembang Pos, kemarin.

“Hampir tiga minggu terakhir cuaca sangat buruk terjadi di hampir seluruh wilayah. Tentunya berpengaruh terhadap produksi ayam petelur. Ini juga yang menyebabkan kenaikan harga karena stok telur menipis,” paparnya.

Cuaca buruk, tambah dia, menurunkan produksi telur sebesar 10-15 persen. “Kita juga harus ekstra melakukan langkah guna menstabilkan atau minimal ayam petelur tetap bisa produksi,” jelasnya.

Kemudian kenaikan harga BBM tentunya juga sangat berpengaruh terhadap harga telur. Karena, penyesuaian kenaikan ongkos kirim dari kandangan ke pedagang. “Ini hanya kenaikan sesaat saja,” tegasnya.

Meskipun sesaat, namun dia menyatakan jika pihaknya tidak bisa menekan mekanisme pasar.

“Dan sebagai tambahan saat ini BEP telur itu sudah Rp 23 ribu/ kg on farm (kendang red). Harga dikandang pun saat ini masih dibawah Break Even Point (BEP/ tidak terjadi kerugian atau keuntungan Yaitu Rp 22500/ kg hari ini,” tutupnya. (nik)