Geruduk DPRD Ogan Ilir, PMII Tolak Kenaikan Harga BBM

Massa PMII menggeruduk DPRD Ogan Ilir menolak kenaikan harga BBM, kemarin. FOTO : ANTON-PALPOS


INDRALAYA
–  Puluhan massa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ogan Ilir (OI) melakukan demontrasi di depan Gedung DPRD Ogan Ilir, Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Indralaya, Selasa (13/09).

Masa aksi PMII ini menuntut agar kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) digagalkan. Mereka menilai kenaikan hargga BBM menambah beban dan menyulitkan masyarakat. Terutama di masa pasca pandemi.

 “Dengan ini kami menuntut pemerintah agar menggagalkan kenaikan harga BBM. Untuk itu, kami meminta DPRD Untuk meneruskan aspirasi kami ke kemerintah pusat,” ujar  Koordinator Aksi, Aji Andasar, dalam orasinya.

Dalam orasinya dia juga mengatakan bahwa naiknya harga BBM ini amat sangat berdampak terutama bagi masyarakat kelas bawah.

“Kenaukan harga BBM ini mungkin tidak memberatkan bagi para pejabat, konglomerat, atau masyarakat kelas atas. Akan tetapi bagi kami para buruh, petani, pedagang kecil, juga mahasiswa sanagat berpengaruh,” ungkapnya.

Dirinyapun heran, meski kenaikan harga BBM telah dinaikkan tetap saja antrian di SPBU tetap padat. Aksi massa ini kemudian langsung di terima oleh ketua DPRD Ogan Ilir Suharto, bersama Fraksi terkait. Massa aksi inipun diajak berdiskusi untuk membahas tuntutan itu lebih lanjut di ruang rapat ketua DPRD Ogan Ilir.

Menanggapi tuntutan itu Suharto mengatakan pihaknya akan meneruskan aspirasi itu kepada pihak yang lebih tinggi yaitu  pemerintah provinsi kemudian  ke pemerintah pusat.

“Selain daripada itu, presiden sudah mengintruksiakan untuk melakukan pemotongan sebesar 2 persen yang merupakan dana tranfer. Anggaranya di ambil dari Dana Alokasi Umum (DAU),” terangnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menganggarkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu sebagai kompensasi atas kenaikan BBM. (sro)