HARUS KONSISTEN BERI SUBSIDI


Pemerintah Hapus Daya 450VA 

PEMERINTAH kembali mengeluarkan kebijakan dibidang energi. Dimana pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, pada Senin (12/9) sepakat untuk menaikkan daya pelanggan listrik yang mendapatkan subsidi.

Putusan itu terkait daya listrik masyarakat miskin yang tadinya 450 volt ampere (VA) akan dinaikkan menjadi 900 VA dan 900 VA menjadi 1.200 VA. Ini daftar tarif listrik terbaru.

Kebijakan tersebut didasarkan pada Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri ESDM Nomor 29/2016 tentang subsidi tarif listrik untuk rumah tangga dilaksanakan melalui PLN dan diberikan kepada pelanggan rumah tangga masyarakat sejahtera dengan daya 450 VA dan 900 VA.

Masyarakat prasejahtera dalam hal ini masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dengan jatah listrik orang miskin ditambah menjadi minimal 900 VA, maka golongan daya listrik 450 VA dihapus, maka permintaan terhadap listrik naik dan oversupply bisa berkurang.

Terkait kebijakan ini, apa tanggapan konsumen atau masyarakat. Dari pantauan Palpos, Selasa (13/9) tanggapan masyarakat sangat beragam. Aj, salah seorang warga Kota Palembang menilai, kebijakan pemerintah menghapus daya listrik 450 VA dan menaikannya ke 900 VA hingga 1.200 VA dinilai membantu masyarakat miskin.

“Dengan kebijakan ini, maka warga atau konsumen bisa terbantu. Selain daya 900 VA dan 1200 VA masih disubsidi, masyarakat golongan menengah ke bawah, daya listriknya bertambah,” ujarnya.

Namun begitu lanjutnya, pemerintah harus konsisten memberlakukan subsidi, jangan hanya janji saja. “Pasalnya daya 450 VA kan akan dihapus. Artinya harus ada kebijakan yang mendukung itu. Jika kenaikan dari 450 VA ke 900 VA hingga 1.200 VA, tidak disubsidi maka justru bisa memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Maka dari itu lanjut Aj, langkah pemerintah yang menyiapkan subsidi harus komit dan konsisten. “Intinya jangan sampai warga atau konsumen dipersulit,” tandasnya.

Di Kabupaten Empat Lawang misalnya, sejumlah warga setempat menilai menaikan daya listrik subsidi dari 450 VA ke 900 VA dinilai kurang efesien.

“Kalau menurut saya tidak efisien menaikan daya listrik itu. Kan daya 450 VA itu untuk masyarakat miskin/ subsidi. Seberapa banyak pula barang elektronik yang digunakan. Jadi saya kira tak perlu menambahkan daya lagi cukup segitu asalkan penggunaan daya listrik subdisi tepat sasaran,” kata Al, salah seorang pengguna Daya 450 VA di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Sementara Alek, salah seorang warga pengguna daya listrik 900 VA juga mengatakan jika daya listrik 450 dinaikan menjadi 900 VA, pastinya daya listrik dirumahnya juga dinaikan menjadi 1300 VA. tentunya hal tersebut membuat ia sangat tidak setuju.

“Kalau dinaikan lagi menjadi 1.300 V, kami berlebihan dan beban listriknya kan juga besar. sedangkan pemakaian kami tidak terlalu banya. hanya lampu TV dan mesin air, “ ungkapnya.

Oleh karena itu, Menurutnya, pemerintah tidak harus menaikan daya listrik kalau memang ingin membantu masyarakat, namun lebih baik melakukan pengawasan dalam penyalurannyalah agar tepat sasaran.

“Kalau mau bantu ya bantu saja, jangan seolah-olah menaikan daya listrik untuk membantu masyarakat, sedangkan yang menikmati subsidi bukan orang uang berhak melainkan orang yang dekat dengan penguasa,” tandasnya.

Sedangkan sejumlah warga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyetujui keputusan pemerintah dan DPR RI menaikan daya 450 V menjadi 900 V asal intinya tidak memberatkan masyarakat atau konsumen.

Anton, salah seorang warga Sekayu Muba mengatakan, kalau memang baik untuk masyarakat yang silahkan saja, asal tidak memberatkan masyarakat. “Ya, kalau memang tetap bersubsidi, masyarakat pasti menyambut baik, tapi kalau sebaliknya, menjadi beban bagi rakyat, diharapkan perlu dipertimbangan lagi,” katanya.

Apalagi lagi kata dia, saat ini BBM juga telah naik, jadi kalau memang program tersebut pro rakyat, pasti masyarakat menyambut baik, untuk kenaikkan saya listrik tersebut. “Warga pasti sangat senang dayanya dinaikkan, dari 450 v ke 900 volt, mudah mudahan, tidak membebani masyarakat,” tambahnya lagi.

Terpisah, Rama, warga Inderalaya Ogan Ilir mengaku, belum tahu dengan perubahan tersebut, namun dirinya merasa keberatan dengan keputusan pemerintah itu.

Rama mengaku dirinya menggunakan daya 900 VOL. “Sekarang semua sudah susah, semua subsidi sudah dipangkas, barang-barang semua naik, masa subsidi listrik harus dipangkas juga. Sekarang rakyat sudah susah jangan di tambah susah lagi,” terangnya.

Dirinya menilai pemerintah saat ini tidak memikirkan lagi nasib rakyat kecil.”Bagaimana ini akan efektif mas. Perubahan ini sangat brrdampak sekali bagi kami. Apalagi saat ini cari uang susah. Sudah kerja banting tulang sana sini hasilnya tidak sesuai. Belum lagi untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan mendesak lainya,” ungkapnya. (pad/omi/sro/nik)