Harusnya Dikaji Matang

Asgianto


Asgianto – Ketua Komisi II DPRD Sumsel 

KETUA Komisi II DPRD Provinsi Sumsel, Asgianto, mengapresiasi keputusan pemerintah dalam hal ini PT PLN yang membatalkan program penggantian elpiji 3 kilo ke kompor listrik.

“Sejak awal saya memang tidak setuju dengan program tersebut. Karena, selain kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, program itu juga akan membebani masyarakt,” ujar politisi Partai Gerindra ini, kepada Palpos, Rabu (28/9).

Menurut Asgi,- panggilan akrabnya, saat ini banyak program yang dibuat tanpa kajian mendalam. Salah satunya program pengalihan kompor gas ke kompor listrik ini. “Karena kebijakan itu dibuat tanpa kajian mendalam. Akhirnya, program ini gagal ditengah jalan,” katanya.

Padahal, lanjut Asgi, untuk melaksanakan program ini, pemerintah dalam hal ini PLN telah mengeluarkan banyak anggaran, salah satunya untuk pengadaan kompor listrik tapi sekarang programnya malah batal.

Dia berharap, kedepan pemerintah lebih berhati hati lagi dalam membuat kebijakan, agar tidak maju, kemudian mundur dan batal, seperti sekarang ini. Selain itu, kompor listrik memang belum tepat untuk diterapkan, selain listrik yang digunakan masyarakt masih banyak yang dibawah 1,300, ketika kebijakan itu dilaksanakan maka masyarakat juga harus mengeluarkan dana lagi untuk membeli alat masak yang sesuai.

“Saya harap pemerintah buatlah kebijakan yang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan pemerintah,” katanya. (del)