Hati-hati dan Jaga Lisan

Madi Apriadi SPdI MPd


Madi Apriadi SPdI MPd – Akademisi

TERKAIT statement yang dilontarkan oleh Efendi Simbolon yang menyinggung anggota TNI seperti grombolan lebih-lebih ormas menuai kecaman dari prajurit TNI terutama Angkatan Darat, menjadi perhatian semua pihak, tak terkecuali Akademisi UIN, Madi Apriadi SPdI MPd.

“Ada yang dapat kita ambil pelajaran dari kejadian terkait pernyataan anggota komisi 1 DPR dari fraksi PDIP Efendi Simbolon yang menyinggung anggota TNI tersebut, bahwa kalau kita ingin menyampaikan segala sesuatu haruslah dengan hikmah dan pengajaran atau cara yang baik,” ujar Madi, Kamis (15/9).

Madi menuturkan, saat mengeluarkan kata-kata haruslah dengan cara yang baik dan lemah lembut.”Karena adab itu lebih utama dari pada ilmu pengetahuan bahkan kalaupun kita ingin mendebat itu pun harus dengan cara yang baik,” tuturnya.

“Bahkan bukan hanya dengan cara yang baik saja akan tetapi juga harus dengan lemah lembut karena kalau kita berhati kasar tentu itu aka menjauhkan kita dari kebaikan dan merusak persaudaraan. Itu yang dapat kita ambil pelajaran dari sisi anggota DPR RI komisi 1, Efendi Simbolon,” lanjutnya.

Menurutnya, Jenderal TNI, Dudung Abdurachman agar menjadi seorang yang pemaaf. “Kalau kita melihat dari sisi anggota TNI khususnya TNI AD dalam hal ini Jenderal Dudung Abdurahman ketika ada orang yang melakukan kesalahan kepada kita sudah selayaknyalah kita belajar menjadi orang yang pemaaf karna memaafkan itu indah,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya berkata, jika manusia tak luput dari salah dan khilaf. “Yakinlah bahwa memang manusia itu tempatnya khilaf dan salah dan kewajiban kita sebagai insan yang beragama adalah saling memaafkan,” tambahnya. “Semoga kita semua mampu saling memaafkan satu sama lain sehingga bangsa kita selalu bersatu dalam bingkai NKRI dan ukhuwah wathoniyah,” tutupnya. (tia)