Hujan Ekstrem, 15 Titik Tergenang

Hujan yang mengguyur deras selama 8 jam Rabu malam (3/10/2022) membuat Kota Palembang terendam.
Hujan yang mengguyur deras selama 8 jam Rabu malam (3/10/2022) membuat Kota Palembang terendam.

PALEMBANG – Hujan yang mengguyur deras selama 8 jam Rabu malam (3/10/2022) membuat Kota Palembang terendam.

Curah hujan yang cukup ekstrem mencapai 187 mm. Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan, sejak Rabu malam dirinya sudah turun ke lapangan untuk melihat beberapa titik banjir di Palembang.

“Masyarakat harus tahu, banjir ini terjadi karena hujan deras selama 8 jam, hujan deras yang mengguyur Palembang sejak Rabu sore hingga malam hari yang terakumulasi pada Kamis pagi (6/102022) mencapai 188.7 mm. Ini adalah curah hujan ekstrem tertinggi pada setiap bulan Oktober selama 30 tahun terakhir,” tegasnya.

Dia mengatakan, banjir yang bahkan setinggi betis orang dewasa di beberapa titik diklaim Pemerintah Kota Palembang karena air Sungai Musi Pasang. “ Selain itu banjir dikarenakan Sungai Musi sedang mengalami pasang. bahkan puncaknya 3,5 meter, inilah yang menyebabkan beberapa titik mengalami banjir,” katanya.

Sehingga ia mengimbau agar waspada, jika hujan lebat turun akan banyak terjadi genangan. “Untuk itu masyarakat Kota Palembang tetap waspada hindari beberapa titik genangan. Dan musibah banjir ini bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah kota Palembang saja, tapi tugas semua, seperti pemerintah provinsi Sumsel, BPBD provinsi Sumsel dan steak holder lainnya,”pungkasnya.

PUPR juga menyebut bahwa titik genangan ada 15 wilayah. Yakni, Demang Lebar Daun, Jalan Radial Simpang 5 Palembang Icon, Jalan Sultan Mansur Perumahan Mutiara, Jalan Sultan Mansur perumahan permata, Simpang Polda, Jalan Azhari, Lampu Merah Bina Dharma, Jalan Gub. H. Bastari, Rumah Sakit Siti Fatimah,
PTC, Simpang Patal, Depan Harper, Jl. Rycudu, Jl. Letnan Simanjuntak, Kolam retensi siti Khadijah.

Sementara itu sesuai data dari BMKG Sumatera Selatan, curah hujan harian pada 6 Oktober 2022 tersebut berada pada ranking kedua tertinggi. Curah hujan terbesar pertama adalah 215 mm yang terjadi 5 Maret 2002.

Potensi terjadinya hujan ekstrem pada Oktober 2022 telah dirilis oleh Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan melalui Peringatan Dini Iklim Ekstrem pada akhir September lalu.

Masih menguatnya La Nina dan IOD negatif yang mendorong peningkatan curah hujan selama musim hujan 2022/2023 dan fenomena cuaca skala sinoptik dan lokal merupakan faktor-faktor pendorong terjadinya hujan ekstrem tersebut. (Ika)