HUKUM BERAT BIAR JERA

Oknum Anggota Dewan Tertangkap Narkoba

Fuat (dua dari kiri) bersama tersangka lain di Mapolres Lubuklinggau. foto : yati-palpos

Pelaku dimaksud oknum anggota Fraksi Golkar DPRD Musi Rawas (Mura) bernama Fuat Nopriadi Pratama (32), warga Desa Karya Mulya, Kecamatan Megang Sakti, Mura, diamankan Sat Narkoba Polres Lubuklinggau.

Dimana tersangka ditangkap bersama tiga temannya, dua diantaranya bekerja sebagai Disjoki (DJ) yakni, Debi Saputra (19), warga Desa Epil, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Nadia (19), warga Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, serta seorang Ladies Companion (LC) atau pemandu lagu, Desi Ratnasari (22), warga Desa Epil, Muba.

Mereka diamankan di kontrakan Nadia di Jalan Ramayana, Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Senin (7/11), sekitar pukul 07.15 WIB. Dilokasi itu, polisi juga menemukan Barang Bukti (BB) sepaket sabu-sabu yang disembunyikan di dapur dekat mesin cuci. Bersama BB tersebut keempatnya digelandang ke Mapolres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi, melalui Kasatnarkoba, AKP Hendrawan, dalam pers rilis yang dilakukan di Mapolres Lubuklinggau, Selasa (8/11), menjelaskan kronologis diringkusnya keempat tersangka. Berawal dari informasi masyarakat bahwa di kost-kostan tersebut diduga ada pesta narkoba.

Menindak lanjuti laporan itu polisi melakukan penyelidikan setelah diyakini informasi benar dilakukan penggerebekan. Dalam penggerebekan itu polisi melakukan penggeledahan dan menemukan BB berupa sepaket sabu-sabu seberat sekitar 0,40 gram.

“Keempat tersangka sudah dilakukan test urine dan hasilnya keempat tersangka semuanya positif mengkonsumsi narkoba,” ungkap Harissandi.

Polisi kemudian melanjutkan penyelidikan dan penyidikan terhadap keempat tersangka untuk proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, saat diintrogasi langsung oleh Kapolres tersangka Fuat membantah mereka sedang melakukan pesta narkoba di lokasi penggerebekan. Dia juga membantah BB sabu yang ditemukan dilokasi miliknya.

Namun soal hasil test urine yang menunjukan positif dia mengkonsumsi narkoba tersangka Fuat tidak bisa berkelit. Dia kemudian berdalil hanya menggunakan narkoba jenis ekstasi bukan sabu,, itupun bukan digunakan dilokasi penggerebekan melainkan di pesta pernikahan.

“Jujur saya menggunakan ekstasi, bukan sabu-sabu,” ujar Fuat.

Dia juga mengaku, mereka mengkonsumsi ekstasi bukan dilokasi penggerebekan melainkan di pesta pernikahan. Namun pesta pernikahan siapa dan dimana Fuat enggan menjelaskan lebih lanjut. “Lokasinya tidak perlu saya sebutkan,” ujarnya.

Oknum anggota dewan Mura ini juga mengakui sudah menjadi pengguna narkoba sejak enam bulan terakhir. Namun lagi-lagi F enggan memberikan alasan mengapa dirinya sampai mengkonsumsi narkoba. “Maaf, no comen,” katanya.

Sedangkan temannya Desi Ratnasari, yang bekerja sebagai LC mengaku baru tiga bulan terakhir mengkonsumsi narkoba. Sedangkan Nadia mengaku sudah sejak dua tahun lebih menjadi pengguna narkoba. Begitupun temannya Debi Saputra menjadi pengguna narkoba sejak setahun lalu.

Belakangan didapat informasi, alasan Fuat mengkonsumsi narkoba diduga karena kondisinya sedang labil oleh persoalan rumah tangganya.

“Dia memang lagi kacau dia juga sudah bercerai dari isterinya,” ujar sumber Palembang Pos di gedung dewan, Jumat (11/11). Fuat sendiri sebenarnya termasuk orang yang baik dan rajin beribadah. Kalau akhirnya dia tersandung narkoba mungkin karena tidak kuat menahan pengaruh.

Terancam Dicopot dari Legislatif

Oknum anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Musi Rawas (Mura), Fuat Nopriadi Pratama terancam dicopot dari kursi lesgilatif. Pasalnya saat ini status keanggotaan bersangkutan di DPD Partai Golkar Mura telah lebih dulu dikeluarkan oleh DPD Partai Golkar.

Hal itu disampaikan langsung Ketua DPD Partai Golkar Mura, Firdaus Cik Olah, dalam Jumpa Pers di Kantor DPD Partai Golkar, Jalan Garuda, Kota Lubuklinggau, Rabu (9/11/2022).

Menurutnya keputusan pemberhentian oknum F tersebut terpaksa diambil dalam rapat yang dilakukan pasca pihaknya menerima rilis dari Polres Lubuklinggau yang menyatakan oknum F sebagai tersangka dalam kasus penyalagunaan narkotika.

“Atas penetapan tersangka ini kami Partai Golkar Musi Rawas memberhentikan saudara Fuat dari keanggotaan Partai Golkar,” kata Firdaus Cik Olah.

Selanjutnya, pemberhentian itu akan disampaikan ke DPW dan ke DPP Partai Golkar. Karena yang berhak mengeluarkan keanggotaan itu DPP.

“Tapi kami DPD Partai Golkar sudah memberhentikan saudara Fuat” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Firdaus Cik Olah, juga menjelaskan DPD Partai Golkar telah melakukan tes urine terhadap seluruh anggota Fraksi Golkar di DPRD Mura. “Total anggota yang ada di Fraksi tujuh orang termasuk saudara Fuat,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, dari tujuh itu satu diantaranya yakni Rosa tidak bisa datang karena yang bersangkutan orang tuanya sedang sakit di Lampung, dan satu lagi Fuad oknum yang saat ini tersandung kasus narkoba di Polres Lubuklinggau.

“Ada delapan orang yang melakukan tes urine, lima dari anggota fraksi ditambah dengan anggota DPD Partai Golkar Mura lainnya,” terangnya.

Selain itu, tambah Firdaus Cik Olah, hari ini pihaknya juga telah menandatangani fakta integritas yang menyatakan siap diberhentikan bila terlibat dalam kasus narkoba ataupun kasus asusila, atau kasus yang melanggar norma lainnya.

Seperti diketahui, Fuat merupakan anggota DPRD Mura dari daerah pemilihan IV Megang Sakti periode 2019-2024. Dia dilantik sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) yang menggantikan rekannya almarhum Jahuri.

Pelantikan Fuat sebagai PAW mendiang Jahuri yang meninggal dunia pada Januari 2021 dilakukan tiga bulan kemudian atau pada 31 Maret 2021. Sebelum dilantik menjadi wakil rakyat, F merupakan pengusaha perkebunan sawit. Dalam pemilu legislatif, F merupakan caleg nomor urut 4 dan maju di Dapil IV.

Hasil pileg, dia memperoleh suara terbanyak kedua di bawah mendiang Jauhari. Di DPD Golkar Mura, dia menjabat wakil sekretaris. (yat)