Implememtasi Pendidikan Anti Korupsi Bagi Pelajar

Dinas Pendidikan Sumsel sudah menerapkan pembelajaran anti korupsi disekolah. Foto net


PALEMBANG
– Gubernur Sumatera Selatan telah mengeluarkan peraturan gubernur (pergub) nomor 18 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan pendidikan antikorupsi di lingkungan sekolah. Untuk itu, sekolah diminta untuk mengimplementasikan Pendidikan anti korupsi bagi pelajar.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Mondyaboni mengatakan, melalui pergub maka pendidikan anti korupsi bagi peserta didik sudah harus diterapkan disekolah- sekolah yang ada di Sumsel.

“Sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 2 jenjang sekolah memengah kejuruan meliputi pembiasaan sikap berprilaku jujur dan disiplin bagi peserta didik,” paparnya pada Rabu (14/9) kemarin.

Menurutnya, semua mata pelajaran bisa dimasukkan pendidikan antikorupsi. Seperti mata pelajaran Agama atau mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan.

“Pasti semua punya agama, agama apapun mengajarkan kejujuran, kebaikan, berdosa pasti mencuri itu. Maka pelajaran inilah yang diterapkan untuk menekan korupsi melalui hal yang sederhana atau sekitar pelajar itu sendiri,” jelasnya.

Sehingga dapat memperkuat karakter bagi peserta didik, dengan etika dan akhlaq yang baik. “Pihak sekolah bisa memberikan guru materi atau modul pembelajaran pada kegiatan peningkatan komoetensi tehnis bagii pendidik dan tenaga kependidikan,”ujar Mondy.

Pendidikan antikorupsi, menurut Mondy, menjadi benteng utama untuk menyiapkan generasi penerus berintegritas. “Implememtasi Pendidikan anti korupsi di sekolah bisa di berikan oleh warga sekolah, seperti pentingnya keteladanan kepala sekolah dan guru supaya anak-anak itu menerima nilai anti korupsi,”jelasnya

Dikatakannya, Budaya anti korupsi supaya semuanya harus melakukan mulai dari pimpinan sampai ke penyelenggara pelaksana.

“Sebagai contoh misalnya guru dan kepala sekolah tidak boleh datang terlambat. Karena gurunya datang terlambat, atau bolos maka anak itu bisa mencontek, jadi harus diberi sanksi, yang tepat ” bebernya.

Makanya kata Mondy hal tersebut perlu ditekankan dalam pendidikan adalah kejujuran dan kedisiplinan. Jika itu diterapkan, akan menjadi contoh pada generasi berikutnya.

“Apa yang kita lakukan, yang namanya guru ataupun penyelenggara pendidikan itu ditiru oleh anak-anak,” tandasnya.(nik)