Incenerator Hanya Sisakan 10 % Residu

Ahmad Mustain
Ahmad Mustain

PALEMBANG – Meski belum kunjung terealisasi, investasi murni PT Indo Green Power ini punya nilai positif untuk menuntaskan masalah sampah di Kota Palembang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Ahmad Mustain mengatakan, metode pengolahan sampah dengan Incenerator ini ramah lingkungan.

“Hanya menyisakan sedikit residu (ampas/ endapan) dari setiap pengolahan sampah,” ujarnya kemarin.

Mustain mengatakan, teknologi Incenerator ini dapat mengurai sampah sampai 90 persen. Dengan kapasitas 1.000 ton sampah yang diolah, hanya menyisakan residu 100 ton.

“Dan dari 100 ton residu itu, 80 persen bottom es untuk bahan baku conblok, dan 20 persen play es untuk bahan baku pabrik semen,” katanya.
Dengan sampah yang dihasilkan oleh setiap orang perharinya 0,7kg, maka 1.200 ton sampah perhari yang harus diangkut.

Pihaknya tidak mengharapkan 200 ton sampah tersisa yang tidak masuk ke Incenerator akan masuk ke TPA Karya Jaya.

“Kami berharap 200 ton ini yang diolah menjadi nilai ekonomi oleh masyarakat lewat bank sampah,” jelasnya.

Nilai investasi Incenerator ini senilai Rp1,7 triliun di 2018 dan menjadi Rp2 triliun di 2022 karena terpengaruh oleh Inflansi dan lainnya, sehingga nilainya naik.
Dijelaskannya, jika pembangunan Incenerator ini merupakan investasi murni dari Indo Green Power, dengan pabrik dibangun dari mereka tanpa ada aset dari Pemkot Palembang.

“Kita nanti dari Pemerintah Kota Palembang menggunakan jasa mereka untuk membakar sampah yang ada sebagai upaya juga menyelesaikan persoalan sampah di Kota Palembang,”pungkasnya. (Ika)