Jelang Nataru, BNN OKI Back Up Polres

Kepala BNN Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Gendi Marzanto.
Kepala BNN Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Gendi Marzanto.

KAYUAGUNG – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan membackup Polres OKI dalam memperkuat penanganan narkotika menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Kepala BNN OKI, AKBP Gendi Marzanto SH MSi mengatakan, pihaknya akan memperkuat penanganan narkotika yang peredarannya berpotensi meningkat menjelang nataru.

“Kita berkoordinasi dengan Polri dan kalau di kabupaten ini ialah Polres. Nanti Polres biasanya ada operasi nataru dan juga kita biasanya backup atau kerjasama dalam hal pengamanan nataru tersebut,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu, 16 November 2022.

Ia menambahkan, dalam rangka menjelang nataru, mereka meningkatkan pengawasan, penyelidikkan dan lain-lain. Disamping mereka juga bekerjasama dengan pihak Polres dan Polda Sumsel.

Disinggung daerah mana saja yang ditandai karena kerawanan peredaran narkotikanya? AKBP Gendi menuturkan, mereka saat ini belum bisa memberikan keterangan untuk diekspos terkait hal itu.

Namun menurutnya, dari hasil pemetaan mereka dengan Tim Terpadu Pencegahan Pemberantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) OKI, daerah yang ditandai dibagi menjadi empat tingkatan.

“Tingkat Bahaya atau yang paling rawan ada 4 desa dan kelurahan, Tingkat Waspada ada 71, Tingkat Siaga 233 dan Tingkat Aman ada 11. Dari 319 desa dan kelurahan di kabupaten OKI, semuanya sudah dipetakan masuk tingkatan apa,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, untuk intervensi, mungkin yang Tingkat Bahaya akan mereka dahulukan. Adalagi jelasnya, ada daerah yang sebelumnya cukup rawan yang sudah mereka intervensi dan sudah menurun tingkat kerawanannya itu.

“Maka salah-satu caranya, kita menjadikan desa tersebut sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Dimana setelah kita jadikan Desa Bersinar, disitu kita bentuk satgas, agen pemulihan, lalu kita bentuk untuk remaja itu namanya teman sebaya. Disana tingkat kerawanannya menurun,” tuturnya.

Masih kata mantan Kabag Ops Polres OKU Timur ini, dalam memperkuat penanganan narkotika ini bersinergi utama dengan Polres. Namun, semua sektor, lini, dan elemen masyarakat bersinergi, baik TNI, Polri, Pemda, kejaksaan, dan yang terkait lainnya. (ian)