Jembatan Penghubung Prabumulih-Pali Rusak Berat

Ketua dan Anggota DPRD Kota Prabumulih dari Partai Golkar saat meninjau jembatan yang rusak.
Ketua dan Anggota DPRD Kota Prabumulih dari Partai Golkar saat meninjau jembatan yang rusak.

Prabumulih – Warga Kelurahan Sungai Medang Kecamatan Cambai dan warga Desa Moding Kabupaten Pali, mengeluh. Pasalnya, sejak sepekan terakhir jembatan penghubung antara dua wilayah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah alias rusak berat.

Akibatnya, warga Kelurahan Sungai Medang yang hendak ke wilayah Kabupaten Pali dan juga sebaliknya tidak bisa lewat dan terpaksa memilih jalan lain yang jarak tempuhnya lebih jauh dan memakan waktu yang lebih lama.

“Karena jembatan mengalami rusak berat, saat hendak ke kebun yang ada di wilayah Pali kami terpaksa melewati akses jalan lain yang lebih jauh jaraknya,” ungkap Mamat salah satu warga Kecamatan Cambai.

Terkait kondisi jembatan itu, Mamat berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan. “Inikan wilayah kita Prabumulih, jadi kami harap pemkot cepat bagusi jalan ini biar bisa dilewati lagi,” tuturnya.

Sementara, Lurah Sungai Medang, Dedi Arman membenarkan adanya jembatan penghubung antara Desa Sungai medang dan Kabupaten Pali yang rusak berat tersebut.

“Memang sudah beberapa hari ini jembatan kita rusak, tapi sudah diperbaiki secara gotong-royong oleh masyarakat. Minggu depan kita akan gotong royong lagi,” ujar Lurah Sungai Medang, Dedi Arman, Senin (12/9).

Dikatakan Dedi, kerusakan yang terjadi di jembatan tersebut dikarenakan banyaknya truk angkutan pasir yang mebelihi tonase melintas diruas jembatan dari besi itu “Jembatan ini dulunya hanya dilalui motor, kalau mobil melintas lewat jalur sungai. Namun karena jembatan Tanjung Dalam Pali sudah bagus, jadi banyak mobil lewat jembatan Sungai Medang ini,” sebutnya.

Lebih lanjut Lurah Sungai Medang menuturkan, pihaknya telah berulang kali mengusulkan perbaikan jembatan. Namun hingga saat ini, jembatan masih juga belum diperbaiki.

“Namun karena terkendala titik koordinat jembatan ini masih masuk daerah Muara Enim, selain itu untuk membangun 1 jembatan memakan biaya hingga Rp1 miliar jadi tak kunjung terealisasi,” jelasnya mengaku jembatan juga sudah ditinjau partai Golkar yang berjanji akan memperbaikinya. (abu)