Jokowi: Kelihatannya Jatah Prabowo

Presiden Jokowi di HUT ke-8 Partai Perindo, Jakarta, Senin (7/11). foto : ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga


JAKARTA
– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan setelah Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden pada 2014 dan 2019 yang telah dia menangkan, maka saat ini adalah jatah untuk Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

“Saya ini dua kali Wali Kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, Gubernur sekali menang. Kemudian dua kali di pemilu Presiden juga menang. Mohon maaf Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” kata Jokowi di HUT ke-8 Partai Perindo, Jakarta, kemarin.

Setelah mendengar pernyataan Jokowi tersebut, Prabowo yang juga hadir di HUT Partai Perindo langsung berdiri dan memberikan hormat. Suasana acara HUT Perindo pun menjadi riuh.

Pada Pemilu 2019, Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno adalah pesaing Jokowi dan Ma’ruf Amin. Setelah memenangkan Pemilu Presiden-Wakil Presiden 2019, Jokowi menarik Prabowo dan Sandiaga, masing-masing menjadi Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia sudah masuk ke tahun politik. Saat ini, kata Jokowi, salah satu hal terpenting adalah menjaga persaingan secara sehat antarpartai.

“Jangan saling menjatuhkan. Kalau bisa itu antar partai saling memuji, jadi didengarkan juga enak, antar politisi saling memuji, antar partai saling muji, itu didengar enak, rakyat juga segar,” kata Jokowi.
Di sisi lain, Presiden RI Joko Widodo memuji tingkat elektabilitas Partai Perindo yang mencapai 4,5 persen berdasarkan survei Litbang Kompas, bahkan pencapaian tersebut mengalahkan tiga partai anggota parlemen.

“Saya melihat terakhir survei Litbang Kompas, Perindo dapat gede banget loh 4,5 persen. Hati-hati sudah 4,5 persen, saya cek lagi, saya cek detail lagi, sudah mengalahkan tiga partai yang ada di parlemen,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku kaget dengan pencapaian Partai Perindo. Namun, dia mengaku dapat memaklumi peningkatan suara Perindo setelah mengetahui sosok para petinggi partai tersebut yang memiliki rekam jejak mumpuni.

“Saya maklum setelah saya hadir di sini tadi kenapa Perindo bisa dapat 4,5 persen, yang ditarik Pak Hary Tanoe (Ketua Umum DPP Perindo) itu orang-orang hebat,” kata dia.

Beberapa orang hebat itu, kata Jokowi, adalah Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang memiliki banyak pengikut. TGB merupakan Ketua Harian DPP Perindo.

“Saya kaget lagi di depan tadi ada Bapak Mahyudin, nah, ini juga gerbongnya panjang banget, yang masuk Perindo dengan gerbong-gerbong yang panjang seperti ini tidak tahu survei kedua nanti akan dapat berapa,” kata Presiden.

Mahyudin diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Perindo.

Selain itu, Jokowi juga menceritakan mengenai lagu Mars Perindo yang kerap dia dengar di mana-mana. Menurut Jokowi, Mars Perindo menjadi alat komunikasi politik yang dapat memengaruhi masyarakat.

“Hati-hati partai yang lain. Hati-hati partai yang lain. Partai yang gede-gede juga hati-hati, jangan-jangan ketarik ke Perindo semuanya. Hati-hati Pak Hasto (Sekjen DPP PDI Perjuangan). Hati- hati Pak Sekjen Lodewijk (Sekjen DPP Partai Golkar). Hati-hati. Dan juga hati-hati Pak Prabowo (Ketua Umum DPP Partai Gerinda). Tarik semua ke Perindo nanti jangan-jangan,” kata Jokowi. (ant)