KADUS DAN ISTRINYA TEWAS TRAGIS

Kediaman korban tempat lokasi kejadian.


Tangan dan Kaki Diikat

BANYUASIN – Warga Desa Nunggal Sari Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin mendadak gempar, kemarin, sekitar pukul 04.00 WIB.

Pasalnya Kepala Dusun (Kadus) III bersama istri ditemukan meninggal tragis dengan kondisi tangan dan kaki diikat. Korban diketahui bernama Sunardi dan istrinya Srinarti.

Bambang, Sekretaris Camat Pulau Rimau membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut Bambang, pasangan suami istri itu diketahui tewas setelah salah satu karyawan  ingin mengambil mobil dan menemukan keduanya tak bernyawa lagi.

Masih menurut Bambang, kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Pulau Rimau dan  Polres Banyuasin. Aparat kepolisian langsung membawa jenazah Kepala Dusun (Kadus) dan istri  ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Bambang menambahkan Sunardi merupakan Kepala Dusun III  yang diduga menjadi korban perampokan dan merupakan kerabat dari Kepala Desa Nunggal Sari.

“Korban Sunardi merupakan kakak ipar Kades,” katanya.

Artinya, korban Srinarti istri dari Kepala Dusun merupakan ayuk kandung dari Kepala Desa Nunggal Sari. “Saat ini kedua jenazah dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara M Hasan Palembang,” katanya.

Sunarna, Kepala Desa Nunggal Sari Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin mengatakan kedua korban masih memiliki hubungan keluarga dengan dirinya.

“Korban (Sunardi) itu kakak ipar saya, kalau (Srinarti) ayuk kandung saya,” katanya.

Tentunya dengan kejadian yang termasuk sadis ini, dan peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi di Desa Nunggal Sari. “Kejam, ini sudah melewati batas,” jelasnya.

Oleh sebab itu ia selaku Kepala Desa serta keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku.

“Pelaku semoga cepat ditangkap, diadili sesuai aturan undang undang yang berlaku,” bebernya.

Saat ini pihak keluarga masih berduka, sehingga ia tidak dapat informasi secara detil terkait kejadian itu. “Masih berduka,” katanya.

Sementara itu, hasil olah TKP polisi menemukan sejumlah luka di tubuh kedua korban.  Sunardi  dan Sri Narti  ditemukan tewas di tempat tidur di ruangan yang berbeda.

Diperkirakan para pelaku masuk melalui jendela belakang rumah sebelah, dan dari pintu rumah utama milik korban. Selanjutnya pelaku curas tersebut mengikat kedua tangan dan kaki kedua korban.

“Kedua tangan korban diikat ke belakang menggunakan tali dari bahan ban dalam,” jelas Kapolres Banyuasin melalui Kasatreskrim AKP Hary Dinar SIK MH, kemarin.

“Selanjutnya pelaku juga mengacak-acak rumah korban untuk mencari benda-benda berharga milik korban dan  kedua korban juga ditemukan telah meninggal dunia di TKP dengan ruangan terpisah dengan korban pertama,” ungkapnya.

Hary menjelaskan berdasarkan hasil olah TKP, di tubuh korban Sunardi ditemukan banyak menderita luka robek, di antaranya pada bagian telinga kiri, samping dagu kiri, dahi sebelah kiri dan kepala bagian belakang serta ada sejumlah luka memar.

Sementara itu untuk korban Srinarti menderita luka robek di kepala bagian belakang, luka jeratan cekikan kain sekeliling leher dan luka memar di bagian mata kiri.

“Untuk kerugian materi yakni kalung emas seberat 2 suku,” katanya.

Kemudian cincin emas 3 buah masing-masing berat 1/2 suku, rokok dagangan dengan total mencapai 25 juta rupiah, 3 unit HP Nokia 105, Vivo dan Realme, anting-anting korban  seberat 1/4 gram dan uang tunai yang masih dalam penyelidikan. (son/hb)