Kakek Gaek Dihabisi 3 Pemuda

Ketiga pelaku (duduk) diamankan di Mapolsek Tanjung Batu, kemarin. foto : isro antoni-palpos


INDRALAYA
–  Misteri kematian Jamil (71), warga Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI) diungkap jajaran Polsek Tanjung Batu.

Buruh jaga PTPN 7 Cinta Manis Desa Sentul ini tewas mengenaskan lantaran dihabisi oleh tiga pemuda. Salah satu pelaku masih berusia di bawah umur.

Terungkapnya setelah polisi membekuk ketiga pelaku di rumahnya masing-masing, Senin (01/11) malam. Ketiganya adalah RRS (16), M.Riski Wahyudi (20) dan Agus Alihasan (28), yang merupakan warga Desa Sentul, Kecaamtan Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Kapolres OI AKBP Andi Rahman Baso melalui Kapolsek Tanjung Batu AKP Sondi Fraguna mengatakan korban dihabisi ketiga pelaku, Minggu (30/10), sekitar pukul 14.30 WIB. Jasadnya tergeletak di Afdeling 4 Rayon 2 PTPN VII Cinta Manis di Desa Sentul.

“Keesokan harinya Senin (sekitar pukul 08.00 pagi kemarin Senin (01/11), kami mendapat laporan masyarakat yang menemukan jasad korban,’’ kata AKP Sondi Fraguna, kemarin.

Setelah korban ditemukan, lanjut Kapolsek, pihaknya mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Tanjung Batu. Setelah itu jajaran Satreskrim Polres OI melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapatkan informasi ketiga pelaku. Polisi lantas melakukan penangkapan.

“Setelah mendapatkan informasi tersangka,  sekitar pukul 22.00 WIB, kami menangkap  Agus di rumahnya tanpa perlawanan. Atas informasi dari  Agus ini, dua pelaku lainya berhasil diamankan di Kayuagung ketika hendak melarikan diri,” ungkapnya.

Selain dibunuh dengan cara sadis, ketiga pelaku mengambil barang korban berupa uang tunai  Rp 7 juta dan 1 unit HP OPPO warna biru.

“Dari kasus ini kami mengamankan barang bukti berupa satu buah kaos warna hitam, satu unit HP OPPO warna biru, uang tunai sebesar Rp 3 juta berikut tiga tersangka,” terangnya.

Adapun ketiga pelaku akan dijerat berdasarkan pasal 365 ayat 3 KUHPidana, di mana menyebabkan matinya orang lain akibat adanya kekerasan dalam tindak pidana pencurian tersebut.

Sementara itu,  salah seorang keluarga almarhum yang merupakan menantu korban,  Eko Heri (56),  mengungkapkan bahwa mertuanya itu selalu membawa uang pribadi kemanapun  pergi. Selain uang, kata Eko, korban juga membawa benda berharga lain berupa emas.

“Memang kebiasaan korban membawa uang seperti itu. Karena di rumah juga tidak ada tempat nyimpan uang. Karena memang uang tidak pernah banyak paling sekitar Rp 5 sampai Rp 6 juta,” katanya kepada wartawan, kemarin.

“Kata istri saya, selain uang bapak kami ini membawa satu suku emas beserta surat. Namun tadi informasi polisi dari keterangan tersangka emas itu tidak ada,” tambah Eko.

Eko mengungkapkan bahwa korban telah lama bekerja sebagai penjaga keamanan di rayon 2 PTPN VII Cinta Manis. Korban bertugas mengamankan api dan hama juga gangguan binatang lain.

“Bapak kami ini tinggal berdua sama ibu. Bapak ini bekerja sendirian memang,” terang Eko.

Selain itu,  dia mengungkapkan bahwa ayah mertuanya itu adalah pribadi yang gigih dalam bekerja terbukti meski usianya telah lanjut usia. Bahkan keempat anaknya sudah mempunyai cucu,  korban tetap selalu bekerja sebagai penjaga keamanan PTPN VII Cinta Manis.

“Kalau menerima, namanya takdir tuhan pasti kita harus tetima. Akan tetapi kami minta kepada polisi ketiga pelaku dihukum seberat-beratnya,” pinta Eko.

Ditambahkan Kapolsek Tanjung Batu AKP Sondi Fraguna, pihaknya masih menugaskan Kanit Binmas, Babinkabtimmas dan Babinsa di lokasi kejadian untuk menjaga konduaifitas.

“Desa dan TKP ini cukup dekat. Kita tahu karakteristik orang di situ. Makanya usai kejadian. Kita melakukan iimbauan juga penggalangan baik di lapangan kepada warga juga kepada perangkat desa. Kita juga hadir di rumah korban. Insya Allah kondusif,” tandasnya. (sro)