Kampus Wajib Terapkan SOP Tegas

Lukman Haris


PALEMBANG
– Belakangan kerap terjadinya kekerasan didunia Pendidikan yang berujung adanya korban, baik korban luka hingga korban nyawa, seperti yang baru terjadi di salah satu kampus yang ada Palembang. Untuk itu, pengamat pendidikan Lukman Haris meminta pihak kampus wajib menerapkan SOP tegas disetiap kegiatan.

“Ini merusak citra dunia Pendidikan, jika tidak ada Tindakan tegas dengan menerapkan SOP tegas terhadap peraturan disegala kegiatan baik itu kegiatan dilingkungan kampus maupun diluar kampus yang membawahi nama kampus,” jelas Lukman (5/10).

Menurutnya, penganiayaan mahasiswa pada kegiatan diksar UKMK UIN Raden Fatah Palembang menjadi sorotan banyak pihak ini menjadi contoh besar cacatnya dunia Pendidikan di Palembang dan Indonesia.

“Tindakan itu sangat disayangkan hingga ada mahasiswa yang menjadi korban, ini jelas kelalaian kampus yang seharusnya kegiatan mahasiswa dilakukan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berkalu di kampus,” paparnya.

Lukman meminta agar segala bentuk tindak kekerasan yang ada di dalam kampus ini harus dihapuskan, apalagi ada fenomena senioritas yang ada di dalam kampus yang seharusnya tidak terjadi dalam dunia pendidikan.

“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa, tidak dibenarkan melakukan proses kekerasan di dalam kampus. Apalagi disinyalir dilakukan pengeroyokan terhadap mahasiswa yang menjadi korban,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan dasar (diksar) menjadi suatu prosesi yang wajib dijalani calon anggota baru suatu organisasi pencinta alam. Tujuannya tidak hanya menyiapkan keterampilan dalam berkegiatan di alam, tapi juga tonggak awal pengembangannya mental dan insting mereka.

Meski bertujuan positif sebagai wadah menyalurkan minat mahasiswa berkegiatan di alam, sudah semestinya pihak kampus melakukan pengawasan ekstra dan evaluasi terhadap unit-unit kegiatan mahasiswa seperti ini agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa

“Pihak kampus harus menegakkan aturan terkait dengan kegiatan mahasiswa. Kalaupun pihak mahasiswa melanggar, mahasiswa tersebut harus siap dikeluarkan. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tandasnya. (nik)