Kasus Covid Meningkat Lagi


Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

HAMPIR terlupakan, wabah covid-19 kembali mendapatkan ‘perhatian’. Itu setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menyatakan kasus covid-19 kembali meningkat.

Ternyata kondisi ini sudah diduga warga. Di mana sebagian warga menilai prediksi mereka akhir tahun akan adanya pernyataan peningkatan covid-19 di Palembang maupun secara nasional.

Seperti dikatakan, Hartati, salah seorang warga Kota Palembang mengatakan, dirinya melihat masyarakat sudah terlena dengan kebebasan prokes, hingga kasus covid-19 kembali meningkat.

“Jumlah ini terdata disaat ini dengan data yg diambil sejak tiga bulan hingga awal November. Tentu naik dong jumlahnya,” ujarnya.

Dikatakan Hartati, kasus peningkatan covid-19 sepertinya akan terus terulang hingga batas waktu yang tidak pasti. “Oh pasti, biasanya mau libur akhir tahun, mendekati hari raya anak sekolah mulai ada berita covid naik kembali,” ujarnya, sedikit nada sinis, Selasa (8/11).

Senada dikatakan Maysha, warga Kota Palembang lainnya. Menurutnya, peningkatan covid-19 kembali perlu dipertanyakan ke pemerintah.

“Kalau seperti ini (kasus covid-19 naik,red), apa fungsi dari vaksin yang kemarin yang awalnya terkesan dipaksakan?. Jika saat ini kami di swab tentu akan menambah jumlah covid. Karena saat ini kami semua keluarga tengah demam,” ujarnya.

Di saat musim pancaroba lanjut saat ini semua bisa dikatakan positif covid-19. Karena rata-rata orang demam. Flu batuk demam, selesai sedangkan obat- obatan khususnya untuk anak yang katanya berbahaya sebabkan penyakit lain,” ucapnya.

Tak jauh berbeda juga dikatakan Andi, warga Ilir Timur I Kota Palembang. Dirinya mempertanyakan pengumuman kasus covid-19 selalu didengungkan saat menjelang akhir tahun atau momen-momen libur.

“Ini memang kondisinya lagi naik atau mengalihkan isu dengan kondisi perekonomian yang lagi susah saat ini,” ucapnya penuh tanya.

Selaku warga lanjut Andi, dirinya berharap agar pemerintah baik di daerah maupun di pusat benar-benar memberikan informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan sehingga tidak ada kesan mengalihkan isu karena jika dilihat dari sisi penyebaran vaksin, semua masyarakat sudah antusias melaksanakan vaksin hingga booster.

“Mudah-mudahan ini bukan untuk mengalihkan perhatian,” harapnya.

Sebelumnya, pemerintah mencatat adanya peningkatan kasus covid-19 hingga bulan November 2022. Dari data inas Kesehatan (Dinkes) Sumsel kasus terbanyak terdapat di Kota Palembang. Meningkatnya kasus Covid-19 di Sumsel terjadi sejak bulan Oktober 2022, untuk Sumsel sendiri terhitung ada sebanyak 83.259 orang yang positif covid-19.

“Melonjaknya kasus Covid-19 ini di Sumsel terjadi sejak Oktober kemarin, dan di Palembang menjadi penyumbang terbanyak, bahkan terakhir kami melihat ada penambahan sebesar 32 kasus untuk di Palembang saja,” ujar Yusri, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Senin (7/11/2022).

Yusri mengaku, belum bisa memastikan jenis Covid-19 yang menjangkit pasien.n”Untuk itu belum bisa dipastilan secara rinci apakah peningkatan ini terjadi akibat kemunculan varian virus baru Covid-19 yakni XBB atau bukan, karena saat ini seluruh pasien ini masih dalam pemeriksaan,” tambahnya.

Yusri mengungkapkan, biasanya hanya 30 kasus perhari namun hingga hari ini bertambah menjadi 50 kasus perhari.”Kalau untuk saat ini kasus Covid-19 meningkat dari sebanyak 30 kasus perhari sekarang menjadi 50 kasus per hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika pihak Dinkes Sumsel masih terus menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penerapan pembatasan aktivitas.

“Untuk pembatasan aktivitas, kami masih menunggu arahan pusat. Yang jelas semuanya harus tetap menggunakan prokes,” kataya.

Yusri juga mengimbau kepada masyarakat khsusunya di Kota Palembang, untuk tetap melakukan vaksinasi sampai dosis yang telah disarankan oleh pemerintah.

”Untuk serapan vaksinasi dosis tiga di Sumsel baru terimplementasi sebanyak 24 persen, harapannya agar masyarakat mau melakukan vaksinasi untuk bisa tercegah dari Covid-19 ini. Ini sebagai salah satu upaya preventif penularan virus Covid-19 di Sumsel,” tandasnya. (rob/nik/tia)