Kebiasaan dan Masa Bodoh


Asiawatie Sulastri Psi – Psikolog 

KEBERADAAN rambu penyeberangan yang disediakan bagi pengguna jalan untuk mempermudah menyeberang jalan nampaknya masih jauh dari kata efektif, pasalnya para pejalan kaki masih banyak yang menyeberang sesuka hati.

Hal tersebut menurut pandangan Psikolog karena faktor kecenderungan atau faktor kebiasaan dari masyarakat itu sendiri.

“Rambu itu sebenarnya belum familiar di Palembang, berbeda dengan di Provins Jawa yang sudah mengetahui fungsinya untuk apa rambu tersebut berbeda dengan di Kota Palembang,” ujar Psikolog, Asia Sulastri, Selasa (15/11)

Asia menuturkan, kemungkinan karena belum ada sosialisasi dari Pemerintah dan pihak terkait, jadi mereka belum paham gunanya untuk apa.

“Kemungkinan beberapa orang sebenarnya tahu, tapi memang sengaja tidak menggunakannya. Kepentingan tombol penyeberangan dan manfaatnya itu mungkin belum diketahui oleh masyarakat, karena pengguna jalan ini kebanyakan orang-orang yang bertujuan ke pasar

Cinde itu. Karena memang sudah terpola, sudah habbit, melanggar aturan ini salah satu kebiasaan dan makanya banyak yang masa bodoh,” tuturnya.

Asia menjelaskan, dari sisi psikolog tmhal tersebut tidak ada kaitannya dari segi kejiwaan.

“Kalau untuk gangguan kejiwaan ya tidak ada, itu hanya sudah terpola dari sananya. Makanya kebanyakan orang-orang itu bodoh amat pas lewat meskipun diantara mereka ada yang sudah tahu fungsinya rambu penyeberangan itu,” jelasnya.

“Mungkin juga mereka ini belum tahu dampaknya, tapi nanti kalau sudah tahu baru perlahan diterapkan, menuruti aturan yang ada. Intinya secara psikologis tidak ada ke arah kejiwaan, itu hanya habbit atau kebiasaan,” lanjutnya.

Masih dikatakan Asia, jika hal tersebut merupakan habit atau kebiasaan masyarakat sejak jaman dahulu.

“Jadi dimana pun tempat ya akan tetap seperti itu, memang orangnya yang tidak mau mentaati peraturan. Ada yang sudah tahu, ada yang pura-pura tidak tahu. Ya yang seperti ini memang sudah bawaan, memang dasarnya tukang langgar aturan,” tandasnya. (tia)