Kecamatan Tebing Tinggi Diterpa Isu Pungli

Masyarakat mendaftar bantuan UMKM di Kantor Camat Tebing Tinggi, Senin (05/9/22).
Masyarakat mendaftar bantuan UMKM di Kantor Camat Tebing Tinggi, Senin (05/9/22).

Pengurusan SKU UMKM

Empat Lawang, Palpos.- Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang diterpa isu pungutan liar (pungli) pengurusan Surat Keterangan Usaha (SKU) sebagai salah satu persyaratan mendapatkan bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Informasi dihimpun menyebutkan, masyarakat yang hendak melakukan pendaftaran bantuan UMKM di Kantor Camat Tebing Tinggi dimintai uang sebesar Rp10 ribu untuk mendapatkan blanko SKU (Surat Keterangan Usaha) yang dikeluarkan oleh pemerintahan kecamatan sebagai salah satu persyaratan mendapatkan bantuan UMKM tersebut.

Diketahui persyaratan bantuan UMKM tersebut terdiri dari foto copy kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), materai tiga lembar, map satu lembar, foto usaha dan surat keterangan usaha (SKU).

Salah satu masyarakat yang ingin mendaftar bantuan UMKM Man, mengungkapkan bahwa dirinya meminta surat keterangan usaha (SKU) di Kantor camat Tebing Tinggi di mintai uang sebesar Rp10 ribu.

“Tadi saya minta SKU di Kantor camat tapi saya di mintai uang sebesar Rp10 ribu oleh petugasnya, berhubung dimintai uang saya tidak jadi minta SKU dan saya meminjam SKU orang lain untuk di foto copy,” ungkapnya.

Warga tersebut merasa bingung, pakah untuk mengambil SKU di kantor camat memang harus membayar atau gratis. “Sebenarnya bayar atau gratis meminta surat keterangan usaha (SKU),” tanyanya.

Sementara Camat Tebing Tinggi, Noperman Subhi ketika dikonfirmasi melalu pesan singkat whatsapp membantah jika masyarakat yang ingin meminta SKU itu membayar, karena menurut nya tidak berbayar.

“Seyogyanya tidak berbayar, siapa yang meminta. Yang jelas tidak ada kebijakan dari camat untuk membayar mengurus berkas. Dari mana infonya? Coba di konfrontir yang meraso dipungut biaya dengan siapa yang mungutnya,” bantahnya. (pad)